1.752 Nakes Kota Solok Siap Disuntik Vaksin COVID-19

 Acuantoday.com, Solok – Sebanyak 1.752 tenaga kesehatan di Kota Solok, Sumatera Barat, mendapatkan vaksin COVID-19 pada program vaksinasi tahap pertama, yang rencananya dimulai pekan depan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, Dessy Syafri, menyebutkan,  data nakes yang dikirimkan ke Kementerian Kesehatan untuk menerima vaksinasi sebanyak 1.752 orang. Namun kemungkinan bisa lebih dari itu.

“Berdasarkan konferensi video dengan kementerian kemarin, ditargetkan Februari semua tenaga kesehatan sudah divaksinasi,” kata dia.

Selain itu, untuk pasien yang pernah terkonfirmasi COVID-19 kata Dessy tidak akan divaksin lagi karena antibodinya sudah terbentuk di dalam tubuh.

Penyuntikan vaksin saat ini masih menunggu keputusan ataupun instruksi Gubernur Sumbar. “Kita telah menyiapkan tenaga kesehatan yang tersebar di rumah sakit pemerintah, swasta, Puskesmas dan klinik kesehatan,” katanya.

Selain itu, ia mengatakan informasi sementara pelaksanaan suntik vaksin itu diadakan di Pemerintah Pusat, yakni Presiden beserta jajarannya pada pada 13 Januari. Selanjutnya pada 14 sampai 15 Januari di seluruh Provinsi dan setelah itu baru Nakes. “Untuk kepastiannya kita masih menunggu instruksi dari Pemerintah,” ucap dia.

Saat ini, kata Dessy, vaksin sudah berada di Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. “Ketika ada instruksi untuk diambil, kita sudah siap. Nantinya akan kita simpan di wadah pendinginan khusus di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan, ujar dia.

Selain diprioritaskan untuk nakes yang tersebar di rumah sakit, Puskesmas, klinik kesehatan. Vaksinasi tahap pertama juga diperuntukkan bagi yang bekerja di fasilitas kesehatan, termasuk dinas kesehatan, mahasiswa kedokteran yang sedang melakukan praktek di fasilitas kesehatan.

“Saat ini kita sudah menyiapkan petugas khusus yang akan melakukan vaksinasi COVID-19,” ucapnya.

Rencana nantinya pemberian vaksin akan dilakukan dua kali dalam rentang dua Minggu. Sebelum divaksin, calon penerima vaksin harus mengecek kondisi kesehatannya terlebih dahulu, serta harus memenuhi syarat.

Setelah itu, akan dianjutkan vaksinasi untuk TNI, Polri, petugas lini pelayanan publik dan yang berhubungan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat dan tahap ketiga masyarakat yang rentan dari aspek sosial dan ekonomi.

Ia mengatakan yang akan mendapatkan vaksinasi COVID-19 ialah warga yang berumur 18 sampai 59 tahun dengan syarat tidak sedang hamil, tidak memiliki alergi berat, tidak memiliki riwayat gangguan syaraf, tidak ada kelainan penyakit berat di antaranya diabetes, ginjal, hati, dan jantung.  (Dwipa/Antara)

Comments

comments