10 Tahun Buron Terpidana Penipuan MLM Ditangkap

Ilustrasi - Tim gabungan Kejaksaan Agung dan Kejari Purwokerto terpidana kasus penipuan multi level marketing (MLM) Eliza Kartikasari Nur Faizah. Kamis (1/10) Kejagung merilis penangkapan buronan sejak 10 tahun itu.

Acuantoday.com, Jakarta- Setelah buron selama 10 tahun, Kejaksaan Agung bersama Kejaksaan Negeri Purwokerto berhasil menangkap terpidana kasus penipuan berkedok multi level marketing (MLM) Rabu (30/9) dini hari.

Kepala Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono menjelaskan daftar pencarian orang (DPO) atas nama Eliza Kartikasari Nur Faizah (Eliza, 42 tahun) tak berkutik saat diciduk tim gabungan di tempat persembunyiannya, di Desa Krincing, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Kami berhasil menangkap seorang DPO atas nama Eliza Kartikasari Nur Faizah, usia 42 tahun. Terpidana ini perkara penipuan Pasal 378 KUHP dan disidangkan tahun 2010, tapi buron setelah itu,” kata Kepala Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10).

Hari mengatakan kasus penipuan tersebut dilakukan Eliza pada medio 2010, ketika menjabat sebagai Komisaris PT Bumi Moro Arta Kencana. Modus yang dipakai dengan cara menarik dana dari masyarakat melalui penawaran kredit mobil seperti halnya praktik MLM.

Masyarakat yang disebut sebagai mitra, kata Hari, mesti menyetorkan uang sebesar Rp7,5 juta serta diharuskan mempunyai rekanan (downline) sebanyak tiga orang.

“Yang dijanjikan dari uang Rp7,5 juta, pada bulan kedua, seorang mitra yang sudah punya enam ‘downline’, ia akan diberikan Rp12,5 juta pada bulan kedua dan setiap bulan setelah itu, akan diberikan kompensasi atau keuntungan Rp3,5 juta,” ujarnya.

Namun pada kenyataannya, para mitra tersebut tak kunjung menerima apa pun yang dijanjikan. Hari menyebut Eliza dalam melakukan penipuan ini dibantu suaminya yang saat itu menjabat Direktur Utama PT Bumi Moro Arta Kencana. Perusahan tersebut diketahui bergerak dalam bidang perdagangan dan distribusi alat-alat pertanian serta pupuk.

“Sebenarnya dari sisi perizinan sudah menyimpang.” Kata Hari.

Dari hasil penipuannya, Hari menambahkan, ada 10 orang yang menjadi korban dengan total kerugian ditaksir Rp374 juta.

Atas perbuatannya, Eliza menjalani sidang di pengadilan tingkat pertama hingga akhirnya dipidana 8 bulan penjara. Merasa tak puas, jaksa kemudian mengajukan banding, sehingga pengadilan menjatuhkan pidana lagi selama 2 tahun penjara.

Eliza kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, akan tetapi sebelum putusan atas kasasi turun, masa penahanan Eliza telah habis sehingga perempuan itu keluar dari tahanan. Di saat menunggu kasasi MA itulah, Eliza melarikan diri hingga buron sejak 2010.(rwo/har)

Comments

comments