101 Orang Nakes Gugur Tangani COVID-19  

 Acuantoday.com Jakarta — Sejak kasus pertama COVID -19 di Indonesia diumumkan pada awal Maret lalu hingga Senin (7/9), sebanyak 101 orang tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien yang terjangkit virus corona meninggal dunia.

Data di Kementerian Kesehatan menunjukkan, tenaga kesehatan yang gugur terditri dari dokter, perawat, bidan, Alhi Teknik Laboratorium Mredis (ATLM) dan radiografer.

Data Kemenkes tersebut kontras dengan pernyataan Ikatan Dokter Indonesia(IDI) yang menyebutkan sebanyak 30 orang dokter meninggal selama pandemi COVID-19.

“Laporan terakhir,yang kami terima sudah mencapai 30 orang dokter yang meninggal,” kata Ketua Umum PB IDI, dr Daeng M Faqih, akhir Agustus lalu.

Dari 101 orang nakes yang meninggal, 86 orang telah mendapat santuan, dua orang sedang proses pencairan dana dan 13 orang lainnya belum lengkap datanya.

Hingga hari ini, dana santunan kematian tenaga medis yang sudah tersalurkan sebesar Rp. 26, 4 miliar atau 44 persen dari total dana yang dialokasikan.

Dari 88 orang tenaga kesehatan penerima santunan, terbanyak adalah perawat yakni 51 orang.

Sisanya, dokter sebanyak 30 orang, bidan 5 orang, radiografer 1 orang dan Alhi Teknik Laboratorium Mredis (ATLM) 1 orang.

Penerima santunan terbanyak berada di Jawa Timur yakni 33 orang dengan rincian dokter 10 orang, perawat 18 orang, bidan 3 orang, ATML 1 orang dan radiografer 1 orang.

Provinsi penerima santunan terbanyak kedua yakni Jawa Tengah yaitu 15 orang, dengan perawat 10 orang, dokter 4 orang dan bidan satu orang.

Bagi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto para tenaga medis yang gugur dalam tugas menangani COVID -19 adalah pahlawan.

“Mereka adalah pahlawan kesehatan bagi bangsa dan negara,” tutur Terawan saat menyerahkan santunan kepada ahli waris tenaga kesehatan di Jakarta, 13 Agustus lalu. (Johan)

Comments

comments