105 Bapaslon Gagal Lolos Pilkada Ajukan Gugatan ke Bawaslu

Pimpinan dan Anggita Badan Pengaweas Pemilu (Bawaslu) RI

Acuantoday.com, Jakarta- Sebanyak 105 bakal calon pasangan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 melayangkan surat permohonan penyelesaian sengketa kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Ratusan bapaslon yang dinyatakan gagal persyaratan untuk maju bertarung dalam pilkada itu mempertanyakan ulang keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Sengketa paling banyak terjadi di 91 kabupaten, 12 kota dan 2 provinsi,” kata Anggota Bawaslu Rahmat Bagja dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10).

Bagja menjelaskan, sebanyak 99 permohonan diajukan secara langsung dengan mendatangi kantor Bawaslu di daerah. Sementara 6 permohonan lagi melalui Sistem Informasi Penyelesaian Sengketa (SIPS).

Dalam keterangannya, ia tak merinci apa saja muatan protes yang dilayangkan para bapaslon. Tapi yang jelas gugatan datang dari tiga arah: bapaslon independen, bapaslon petahana dan bapaslon yang baru pertama kali mendaftar.

Dikatakannya, terdapat calon petahana yang memprotes keputusan diskualifikasi KPU, karena hanya melantik pejabat saat 6 bulan sebelum penetapan pasangan calon pilkada.

Hal itu disebut Bagja, sebenarnya jelas melanggar aturan KPU dan kemungkinan besar gugatannya berujung penolakan.

“Aturan KPU kan jelas melarang para calon petahana selama masa jabatannya melantik pejabat dalam waktu tertentu sebelum masa penetapan,” ucapnya.

Sementara itu, KPU pada 29 September sudah menetapkan sebanyak 715 paslon yang memenuhi syarat sebagai peserta Pilkada serentak 2020.

Angka tersebut diperoleh dari total provinsi yang sudah melakukan penetapan paslon yang tersebar di 9 dari 9 provinsi dan 260 Kapubaten/Kota dari 261 Kabupaten/Kota.

Dari sebaran itu, sebanyak 24 paslon untuk tingkat Provinsi sudah memenuhi syarat KPU. Sedangkan di tingkat Kabupaten/Kota sebanyak 691 paslon ditetapkan lolos persyaratan dan berhak mengikuti kampanye.(rwo/har)

Comments

comments