Kisah Jembatan yang Menjadi Objek Wisata

Acuantoday.com, Kendari – Jembatan Teluk Kendari yang Kamis kemarin diresmikan olerh Presiden Jokowo Widodo(Jokowi) mendadak menjadi objek wisata.

Pemerintah Kota Kendari pun mengizinkan warga berekreasi di jembatan tersebut selama sepekan, samnpai 30 Oktober nanti, sebelum dibuka untuk lalu lintas kendaraan umum.

Jembatan yang dibangun sejak tahun 2015 dengan biaya Rp 800 miliar itu, diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis kemarim, namun tak langsung dibuka untuk umum.

“Saya sudah berdiskusi dengan Pak Dirjen yang bertanggung njawab terhadap pengelolaan Jembatan ini. Insya Allah selama satu minggu masyarakat diberikan izin, kesempatan, untuk memanfaatkan ini, selfie boleh,” kata Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, Jumat (23/10).

Sulkarnain menutrurkan, selama sepekan masyarakat bebas memanfaatkan jembatan itu, misalnya , untuk berolah raga jalan kaki, berkumpul bersama teman dan keluarga, atau sekadar untuk selfie.

“Tapi setelah itu, setelah kendaraan diizinkan masuk, tidak boleh lagi pejalan kaki berada di tengah jembatan,” katanya.

Sebelum diresmikan oleh Jokowi, Jembatan Teluk Kendari memang telah menjadi perbincanagan warga Kendari dan sekitranya.

Karenanya, tak aneh setelah diresmikan, banyak warga yang datang ke jembatan tersebut. Bukan hanya warga kota Kendari. Tak sedikit pengunjung yang datang dari “daerah”, sebutan  untuk wilayah yang jauh dari Kendari.

Jembatan yang membentang di atas Teluk Kendari memang megah. Dengan panjang 1,34 kilometer dan lebar 20 meter, jembatan itu merupakan jembatan paling jumbo di Sulwaesi Tenggara dan akan menjadi ikon kota Kendari. (Tria/Ant)

Comments

comments