13 Hari Lagi Jateng Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ketika melakukan konsolidasi terkait persiapan PTM dengan dinas terkait. Foto: Humas Jatengprov

Acuantoday.com, Semarang – Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Jawa Tengah akan digelar pada 5 April mendatang. Ini artinya 13 hari lagi dari hari ini sebanyak 140 sekolah akan melaksanaan uji coba PTM.

Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah mengatakan, uji coba akan dilakukan di tingkat 35 SMP, 35 SMA, 35 SMK dan 35 MA yang ada di Jawa Tengah. Namun, uji coba PTM belum dilakukan di tingkat SD, TK dan PAUD setelah menerima masukan dari beberapa ahli.

Dalam pelaksanaan PTM nanti, setiap sekolah hanya diikuti 70-110 siswa per sekolah. Selain itu, jam pembelajaran tidak lebih dari 4 jam sehari, dengan satu mata pelajaran maksimal 30 menit tanpa istirahat.

“Kita sudah siap semuanya dan dimulai 5-16 April sebagai uji coba tahap pertama atau rintisan. Uji coba akan dilakukan di 35 SMP, 35 SMA, 35 SMK dan 35 MA di masing-masing wilayah di Jawa Tengah. Untuk SD, TK dan PAUD belum dilakukan karena ada maskan dari para ahli termasuk Ikatan Dokter Indonesia untuk menunda dulu,” tandas Ganjar di rumah dinasnya, Senin (22/3).

Orang nomor satu di Jawa Tengah ini menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan secara ketat. Sekolah dan orang tua siswa wajib melakukan protokol kesehatan dari siswa berangkat, pada saat di dalam sekolah hingga pulang ke rumah.
“Semua sekolah yang menggelar PTM juga harus menyiapkan sarana prasarana protokol kesehatan. SOP harus ketat dan kami akan minta laporan harian dari pelaksanaan itu,” tegas Ganjar.

Setelah diuji coba pada 5 April mendatang, maka akan ada evaluasi pada 19-23 April. Setelah itu, uji coba tahap kedua akan digelar pada 26 April sampai 7 Mei dengan penambahan jumlah sekolah atau penambahan siswa.

“Sementara tanggal 12 Juli sampai September akan dilakukan uji coba tahap ketiga yang diharapkan sudah ada adaptasi baru. Bisa saja nanti sekolahnya ditambah atau jumlah siswanya yang ditambah dalam pelaksanaan itu,” beber Ganjar.

Pelaksanaan uji coba PTM nantinya juga mempertimbangkan kondisi wilayah secara epidemologis. Dinas Kesehatan dan Satgas lanjut Ganjar akan terus melakukan pemantauan dan pendampingan pelaksanaan program ini.

Selain itu, Ganjar juga menekankan bahwa semua guru yang akan melaksanakan uji coba PTM dihimbau untuk melakukan program vaksinasi supaya lebih aman.”Selain itu, semua guru yang melaksanakan PTM saya minta divaksin semuanya agar mereka aman. Saya sudah meminta Disdikbud dan Dinkes menginventarisasi sekolah yang akan melaksanakan tatap muka dan melakukan vaksinasi secepatnya,” tutup Ganjar.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Hari Wuljanto menambahkan, setiap sekolah yang akan menggelar PTM wajib mematuhi pedoman pembinaan pengawasan satuan pendidikan yang dikeluarkan Kemenkes. Nantinya, pihaknya akan menggandeng instansi terkait dalam hal pengawasan.

“Kami sudah menggelar rapat koordinasi dengan lintas sektoral, termasuk Kabupaten/Kota dan Kemenag terkait hal ini. Mereka sudah mengusulkan nama-nama sekolah yang akan melakukan PTM. Ada 140 sekolah dalam uji coba tahap pertama pada 5 April besok,” katanya.

Hadi juga menjelaskan bahwa apabila ada satu orang yang positif di tengah proses PTM, maka program dan sekolah tersebut harus ditutup untuk kemudian memperbaiki protokol kesehatannya.

“Kalau ada satu siswa saja yang positif, maka PTM harus ditutup. Sekolah yang terdapat kasus positif, harus memperbaiki prokesnya, memenuhi sarana prasarananya dan jika setelah evaluasi dimungkinkan untuk dibuka kembali, maka akan dibuka. Jadi fleksibel,” ucap Hadi. (Alvin)

Comments

comments