13 Januari Presiden Jokowi Siap Divaksin

Arsip Foto. Presiden Joko Widodo (kanan) saat meninjau fasilitas produksi vaksin COVID-19 di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, didampingi oleh Kepala Divisi Produksi Farmasi Hikmat Alitamsar/Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menjalani suntik vaksin COVID-19 buatan Sinovac pada 13 Januari 2021 atau pekan depan.

“Saya ingin menyampaikan bahwa vaksinasi ini akan dimulai minggu depan,” kata Jokowi dalam rapat terbatas bersama para menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/1).

Selanjutnya, Presiden menjelaskan pemberian vaksin menyusul sebanyak 10.450.000 dosis vaksin yang akan didistribusikan pada bulan Febuari, dan 13,3 juta vaksin terdistribusi pada bulan Maret.

“Dan bulan-bulan berikutnya nanti akan saya sampaikan pada waktu yang akan datang,” ucap Jokowi.

Presiden Jokowi memastikan, hingga saat ini Indonesia telah memesan total 329,5 juta dosis vaksin Covid-19 hasil kerja sama dengan berbagai negara. Rinciannya, 3 juta dosis vaksin Sinovac yang telah tiba di Tanah Air. Jumlah ini akan ditambah 122,5 juta dosis.

Kemudian, 50 juta dosis vaksin dari Novavax, 54 juta dosis vaksin dari Covax/GAVI, 50 juta dosis vaksin dari AstraZeneca, dan 50 juta dosis vaksin dari Pfizer.

Penegasan Presiden Jokowi itu menkonfirmasi pernyataan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono yang menyatakan Presiden Joko Widodo menerima Vaksin Sinovac pada Rabu, 13 Januari 2021 dengan tata cara yang prosesnya akan dibahas pada Jumat (8/1/2021) pekan ini.

Sebelumnya Jokowi menegaskan akan menjadi orang pertyama yang akan divaksin COVID-19. Pernyataan dari Sekretariat Presiden itu juga sekaligus mengkonfirmasi pertanyaan di masyarakat terkait tidak tercantumnya nama Presiden Joko Widodo dalam daftar penerima vaksin.

Indonesia diketahui sudah menerima 3 juta dosis vaksin COVID-19 buatan pabrikan farmasi Tiongkok Sinovac. Vaksin tersebut tiba dalam 2 kloter, yaitu sebanyak 1,2 juta dosis pada 6 Desember 2020 dan 1,8 juta dosis pada 31 Desember 2020.

Menurut Heru, Presiden Jokowi akan menjalani vaksinasi bersama pihak lainnya. “Jadi siapa saja mungkin ada perwakilan dan prosesnya (akan dibicarakan), tidak sembarang langkah-langkahnya,” tambah Heru.

Vaksinasi yang akan dilakukan Presiden Jokowi itu juga akan disiarkan secara langsung.”Iya (disiarkan langsung) supaya masyarakat bisa lihat langsung memberikan semangat, bisa dilanjutkan ke daerah-daerah juga, minimal provinsi, kota-kota besar juga ikut melanjutkan,” ungkap Heru.

Heru juga menegaskan bahwa vaksin yang akan diterima Presiden adalah vaksin Sinovac.

Hingga saat ini uji klinis vaksin Sinovac fase III masih berlangsung di Bandung sebelum Badan Pengqawas Obat dan Makanan (BPOM) dapat mengeluarkan “Emergency Use Authorization” atau otorisasi penggunaan darurat untuk vaksin Sinovac.

Menurut Kepala BPOM, hasil uji klinis fase III vaksin Sinovac akan keluar pada pekan pertama Januari 2021. BPOM juga akan mendapat data uji klinis vaksin tersebut yang dilakukan di Brazil dan Turki.(har)

Comments

comments