13 Rahasia Tetap Sehat, Jauh dari Pilek dan Flu

Ilustrasi--- sumber foto commhealthcare.com

Acuantoday.com— Musim hujan seperti ini penyakit yang kerap menghampiri adalah pilek dan flu. Healthline memberi beberapa ‘rahasia’ untuk menghindar dari serangan pilek dan flu.

“Kebanyakan rahasia kesehatan yang baik bukan rahasia sama sekali, melainkan akal sehat. Misalnya, Anda harus menghindari kontak dengan bakteri dan virus di sekolah dan tempat kerja. Tetapi sejumlah solusi lain yang bisa membuat Anda merasa nyaman dapat membantu Anda hidup lebih sehat sambil menghindari pilek atau sakit tenggorokan,” tulis healthline.

Berikut 12 tip untuk mencegah masuk angin dan flu.

1.Makan Sayuran Hijau

Sayuran berdaun hijau kaya vitamin yang membantu Anda menjaga pola makan seimbang – dan mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat. Menurut sebuah penelitian terhadap tikus, makan sayuran cruciferous mengirimkan sinyal kimiawi ke tubuh yang meningkatkan protein permukaan sel tertentu yang diperlukan untuk fungsi sistem kekebalan yang efisien. Dalam studi ini, tikus sehat yang kekurangan sayuran hijau kehilangan 70 hingga 80 persen protein permukaan sel.

2.Konsumsi Vitamin D

Laporan menunjukkan bahwa banyak orang Amerika kekurangan kebutuhan vitamin D harian mereka. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gejala seperti pertumbuhan tulang yang buruk, masalah kardiovaskular, dan sistem kekebalan yang lemah.

Hasil dari studi tahun 2012 di jurnal Pediatricss menunjukkan bahwa semua anak harus diperiksa untuk mengetahui tingkat vitamin D yang memadai. Ini terutama penting bagi mereka yang berkulit gelap, karena mereka tidak mendapatkan vitamin D dengan mudah dari paparan sinar matahari.

Makanan yang merupakan sumber vitamin D yang baik antara lain kuning telur, jamur, salmon, tuna kalengan, dan hati sapi. Anda juga dapat membeli suplemen vitamin D di toko bahan makanan atau apotek terdekat. Pilih suplemen yang mengandung D3 (cholecalciferol), karena lebih baik meningkatkan kadar vitamin D.

3.Terus Bergerak

Tetap aktif dengan mengikuti rutinitas olahraga teratur – seperti berjalan kaki tiga kali seminggu – lebih dari sekadar membuat Anda bugar dan langsing. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurologic Clinicians, olahraga teratur juga: mencegah peradangan dan penyakit kronis, mengurangi stres dan pelepasan hormon terkait stress, mempercepat sirkulasi sel darah putih (WBC) yang melawan penyakit, yang membantu tubuh melawan flu biasa

 4.Tidur 8 Jam

Tidur cukup sangat penting jika Anda terpapar virus, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine. Peserta dewasa sehat yang tidur minimal delapan jam setiap malam selama dua minggu menunjukkan daya tahan yang lebih besar terhadap virus. Mereka yang tidur tujuh jam atau kurang setiap malam sekitar tiga persen lebih mungkin mengembangkan virus setelah terpapar.

Salah satu alasannya mungkin karena tubuh melepaskan sitokin selama periode tidur yang lama. Sitokin adalah sejenis protein. Mereka membantu tubuh melawan infeksi dengan mengatur sistem kekebalan.

5.Hindari Alkohol

Penelitian baru menunjukkan bahwa meminum alkohol dapat merusak sel dendritik tubuh, komponen vital dari sistem kekebalan tubuh. Peningkatan konsumsi alkohol dari waktu ke waktu dapat meningkatkan keterpaparan seseorang terhadap infeksi bakteri dan virus.

Sebuah studiTrusted Source di jurnal Clinical and Vaccine Immunology membandingkan sel dendritik dan respons sistem kekebalan pada tikus yang diberi makan alkohol dengan tikus yang tidak diberi alkohol. Alkohol menekan kekebalan pada tikus dalam berbagai tingkat. Para dokter mengatakan penelitian tersebut membantu menjelaskan mengapa vaksin kurang efektif untuk orang-orang dengan kecanduan alkohol.

6.Tenang

Selama bertahun-tahun, para dokter menduga ada hubungan antara stres mental kronis dan penyakit fisik. Menemukan cara yang efektif untuk mengatur stres pribadi mungkin sangat bermanfaat bagi kesehatan keseluruhan yang lebih baik, menurut sebuah studi tahun 2012 yang diterbitkan oleh National Academy of Sciences. Cobalah berlatih yoga atau meditasi untuk menghilangkan stres.

Kortisol membantu tubuh melawan peradangan dan penyakit. Pelepasan hormon secara konstan pada orang yang mengalami stres kronis mengurangi keefektifannya secara keseluruhan. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan peradangan dan penyakit, serta sistem kekebalan yang kurang efektif.

7.Minum Teh Hijau

Selama berabad-abad, teh hijau telah dikaitkan dengan kesehatan yang baik. Manfaat kesehatan teh hijau mungkin karena tingkat antioksidannya yang tinggi, yang disebut flavonoid.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Nutrition, beberapa cangkir yang baru diseduh sehari dapat menghasilkan manfaat kesehatan yang potensial. Ini termasuk menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

8.Tambahkan ‘Warna’ pada Makanan

Apakah Anda kesulitan mengingat untuk makan buah dan sayuran setiap kali makan? Memasak dengan semua warna pelangi akan membantu Anda mendapatkan berbagai macam vitamin seperti vitamin C.

9.Beli Vitamin C

Meskipun tidak ada bukti bahwa vitamin C dapat mengurangi keparahan atau lamanya penyakit, sebuah studi tahun 2006 dari European Journal of Clinical Nutritions menunjukkan bahwa vitamin C dapat membantu sistem kekebalan tubuh untuk menangkal pilek dan flu, terutama pada mereka yang stres.

10.Bersosialisasi

Dokter telah lama melihat hubungan antara penyakit kronis dan kesepian, terutama pada orang yang baru pulih dari operasi jantung. Beberapa otoritas kesehatan bahkan menganggap isolasi sosial sebagai faktor risiko penyakit kronis.

Penelitian yang diterbitkan oleh American Psychological Association menunjukkan bahwa isolasi sosial dapat meningkatkan stres, yang memperlambat respons kekebalan tubuh dan kemampuan untuk pulih dengan cepat. Dalam penelitian tersebut, tikus jantan sedikit lebih rentan terhadap kerusakan akibat isolasi sosial dibandingkan tikus betina.

11.Dapatkan Vaksin Flu

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Sumber Tepercaya merekomendasikan agar semua orang yang berusia di atas enam bulan mendapatkan vaksin flu tahunan. Namun, pengecualian harus dibuat untuk orang-orang tertentu, termasuk mereka yang memiliki reaksi alergi parah terhadap telur ayam. Alergi yang parah menyebabkan gejala seperti gatal-gatal atau anafilaksis.

Orang yang pernah mengalami reaksi parah terhadap vaksinasi influenza di masa lalu juga harus menghindari vaksinasi tahunan. Dalam kasus yang jarang terjadi, vaksin dapat menyebabkan perkembangan sindrom Guillain-Barré.

12.Praktikkan Kebersihan yang Baik

Membatasi paparan penyakit dengan menghindari kuman adalah kunci untuk tetap sehat. Berikut beberapa cara lain untuk mempraktikkan kebersihan yang baik:

Mandi setiap hari, Cuci tangan Anda sebelum makan atau menyiapkan makanan. Cuci tangan Anda sebelum memasang lensa kontak atau melakukan aktivitas lain yang membuat Anda bersentuhan dengan mata atau mulut. Cuci tangan Anda selama 20 detik dan gosok di bawah kuku Anda. Tutupi mulut dan hidung Anda dengan tisu saat batuk atau bersin. Bawalah pembersih tangan berbahan dasar alkohol untuk penggunaan saat bepergian. Disinfeksi permukaan bersama, seperti keyboard, telepon, gagang pintu, dan remote control.

13.Jaga agar Tetap Pribadi

Virus flu umumnya dapat bertahan hidup di permukaan selama 24 jam, menurut National Health Service. Itu menyisakan banyak waktu bagi kuman untuk menyebar di antara anggota keluarga. Satu anak yang sakit, dapat menularkan penyakit ke seluruh keluarga dalam pengaturan yang tepat.

Untuk menghindari berbagi kuman, pisahkan barang pribadi. Barang pribadi termasuk: sikat gigi, handuk,  perkakas, gelas minuman, Cuci barang yang terkontaminasi – terutama mainan yang digunakan bersama – dengan air sabun panas. Jika ragu, pilih gelas minum sekali pakai, peralatan makan, dan handuk.***dian

 

Comments

comments