Setelah Keluar dari Gedung Puitih, Trump Tak Dapat “Proteksi Khusus” Twitter

Acuantoday.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump tak akan mendapat perlakuan khusus dari Twitter setelah ia keluar dari Gedung Putih, digantikan Joe Biden pada 20 Januari nanti.

Trump harus tunduk pada aturan Twitter, sama seperti pengguna lainnya. Demikian penjelasan  perusahaan media sosial tersebut.

Twitter menyematkan pemberitahuan “kepentingan publik” pada sejumlah cuitan dari “pemimpin dunia” yang melanggar aturan di platform media sosial tersebut.

Cuitan semacam itu, dari kandidat politik dan pejabat terpilih atau pemerintah, disembunyikan dan Twitter mengambil tindakan untuk membatasi jangkauan cuitan.

Namun, Twitter mengatakan perlakuan ini tidak berlaku untuk mantan pejabat, termasuk Donald Trump.

“Kerangka kebijakan ini berlaku untuk para pemimpin dunia saat ini dan kandidat untuk jabatan, dan bukan warga negara saat mereka tidak lagi memegang posisi ini,” kata juru bicara Twitter, dikutip dari Reuters, Senin.

Twitter telah menambahkan beberapa peringatan dan label ke cuitan akun @realDonaldTrump, sejak Selasa (3/11), termasuk banyak diantaranya yang berisi tuduhan penipuan suara yang tidak berdasar.

Twitter pertama kali menyembunyikan salah satu cuitan akun tersebut di balik label “kepentingan publik” pada Mei lalu ketika Trump melanggar kebijakan perusahaan yang mendukung kekerasan.

Sementara, untuk kebijakan Facebook, tampaknya setelah Biden menjabat pada Januari, unggahan Trump juga tidak lagi dikecualikan dari peninjauan oleh mitra cek fakta pihak ketiga Facebook.

Kebijakan Facebook memberikan pengecualian untuk cek fakta bagi politisi, sebagai kandidat yang mencalonkan diri, kemudian pemegang jabatan saat ini dan anggota kabinet mereka, bersama dengan partai politik dan pimpinan partai politik mereka.

Dikatakan bahwa “mantan kandidat untuk jabatan atau mantan pejabat tetap akan diperiksa oleh program cek fakta pihak ketiga.”

Facebook tidak menjawab pertanyaan Reuters tentang bagaimana raksasa media sosial tersebut akan memperlakukan akun Trump.

Kemenangan Biden di Pennsylvania pada Sabtu (6/11), menempatkan kandidat presiden dari Partai Demokrat itu di atas ambang batas suara yang diperlukan untuk merebut kursi kepresidenan.

Trump dari Partai Republik belum mengakui dan berencana untuk melakukan banding hasil suara ke pengadilan. (Triana/Antara/Reuter)

Comments

comments