Komisi IX Pertanyakan Anggaran Vaksin Sinovac dan Astrazeneca

Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Asmara saat berbicara saat Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Riset dan Teknologi, BPOM, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/3).Foto: Acuantoday.com (tangkapan layar Youtube)

Acuantoday.com, Jakarta– Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Asmara mempertanyakan kepastian anggaran vaksin Coid-19 yang hingga kini belum jelas, setelah ada perubahan jumlah vaksin yang didapatkan oleh Indonesia.

“Untuk anggaran ini menjadi sangat serius, karena ada ketidakpastian. Satu perubahan Grafik dari sekian juta menjadi berapa? Tidak tau. Kalau harga kita ngikutlah yang penting dapet,” kata Dewi Asmara dalam rapat kerja Komisi IX dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BPOM dan Biofarma di Gedung DPR-RI, Kamis (8/4).

Politisi Partai Golkar ini juga mempertanyakan jumlah vaksin Sinovac dan Astrazeneca, dan diharapkan ada usaha Menteri Kesehatan dalam menjalankan vaksinasi yang dinilai berhasil.

“Yang kedua juga dari Sinovac dan Astrazeneca apakah jumlahnya akan seperti itu. konsen kita adalah kita percaya effort-nya Pak Menteri tapi seperti apa? Karena apa? Jujur saja Pak Menteri. Pak Menteri ini ada dan pertama diangkat mendapatkan satu hal yang positif, bahwa Indonesia dianggap kita berhasil dengan mulai vaksin,” ucapnya.

Menurut Dewi Asmara, selain masalah anggaran vaksin Covid-19, Kementerian Kesehatan juga harus fokus pada hard immunity yang menjadi target utama dalam menekan penambahan jumlah orang yang terpapar Covid-19.

“Ini bukan kita cuma bicara anggarannya, tapi masalah herd immunitynya karena yang sekarang kita lakukan, kita bangga, kita tahap pertama sudah sekian-sekian, itu baru empat setengah persen. 4,5% dari 180 sekian juta penduduk Indonesia yang di vaksin,” ucapnya.

Meski boleh senang tapi harus waspada. Artinya masih menjadi tanda tanya besar tentang herd immunity yang menjadi tujuan dari program vaksinasi dicanangkan Presiden Jokowi.

Dikatakan Dewi Asmara, Komisi IX DPR mempertanyakan Menkes terkait pengadaan vaksin di Indonesia, karena hal tersebut kini menjadi sorotan publik.

“Pak Menteri bisa nggak nih ngatasin masalah vaksin, kita juga mau lihat sama-sama ini menjadi masalah kita bersama. Tiba-tiba ketika ini bermasalah, kemudian bagaimana kita mau lihat juga nih. Ini tantangan yang baik buat Pak Menteri,” tegasnya. (rht)

Comments

comments