MPR Sambut Baik HIPNU Bangun Perumahan Bersubsidi

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Arsul Sani ./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Jakarta―Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Arsul Sani mendukung upaya Himpunan Pengembang Nusantara (HIPNU) mengisi pembangunan perumahan bersubsidi di Indonesia, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Ini menjadi salah satu tugas dan fungsi utama MPR untuk mendorong terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia di sektor perumahan,” kata Asrul di Gedung Nusantara V DPR RI, Sabtu (21/11).

HIPNU, tegas Asrul, harus ikut serta berkontribusi dalam pemenuhan perumahan masyarakat nahdliyin.

Dengan dukungan perbankan nasional, seperti Bank Tabungan Negara (BTN), dia yakni HIPNU dapat menjadi salah satu elemen penting agar setiap masyarakat dapat memiliki rumah.

HIPNU merupakan lembaga yang dibentuk oleh NU Circle untuk membantu pemerintah merealisasikan pencapaian 1 juta rumah bersubsidi. Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh MPR, Bank Tabungan Negara, NU Career, dan PT Mikatasa Agung.

Menurut Arsul Sani, keikutsertaan masyarakat terutama para pengembang nahdliyin yang terhimpun dalam HIPNU sangat penting dalam memenuhi kebutuhan perumahan nasional.

Rencananya, kata Arsul, pemerintah akan menggandeng perbankan dari Jepang untuk mempercepat pemenuhan perumahan masyarakat.

Jika program ini bisa cepat dilaksanakan, ia yakin, bakal sangat menarik untuk pengembang karena diperkirakan bunganya tidak lebih dua persen setahun.

“Saya telah berbicara masalah ini dengan Pak Erick Tohir, Menteri BUMN, “ tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua Umum NU Circle Dr. R. Gatot Prio Utomo menegaskan, HIPNU diharapkan memiliki peran penting dalam industri properti nasional.

Dalam 10-15 tahun ke depan, tegasnya, para pengembang nahdliyin ini dapat berkiprah lebih besar dan strategis.

“Saat inilah para profesional nahdliyin di berbagai bidang terutama hari ini para pengembang di bidang properti dan perumahan harus bertekad untuk bangkit melakukan perubahan,” tegas dia.

Ia menegaskan komitmen bersama dan sinergi membangun kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan warga nahdliyin.

Dalam kesempatan ini, Gatot membacakan rekomendasi NU Circle untuk pemerintah di sektor perumahan berjudul “Papan Untuk Semua: Tantangan dan Opsi Kebijakan Meningkatkan Kepemilikan Rumah di Indonesia. “

Pertama, partisipasi masyarakat dalam pembangunan perumahan harus diperkuat.

Kedua, pelatihan dan pendampingan bagi para pengembang kecil dan menengah.

Ketiga, kontinuitas fasilitas keuangan harus menjadi kebijakan pemerintah untuk memudahkan para pengembang perumahan merencanakan pembangunanya.

Keempat, simplikasi prosedur dan sosialisasi informasi harus menjadi prioritas kebijakan nasional dan daerah.

“Jangan sampai para pengembang nahdliyin yang menguasai sektor perumahan skala kecil dan menengah ini justeru semakin terjepit dan tersisih sehingga tidak dapat melaksanakan pembangunannya,” tegasnya. (ahm)

Comments

comments