Rizieq Belum Datang Penuhi Panggilan, Polisi Berjaga-jaga

Kendaraan taktis dan water cannon polisi berjejer sebagai upaya menjaga kondusifitas pemeriksaan Rizieq Shihab di Polda Metro Jaya./Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Rizieq Shihab belum datang tepat waktu penuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan, yang semestinya dihadiri pada Senin (7/12) pukul 10 pagi. 

Sementara itu, pengamanan polisi guna mengantisipasi banyaknya massa Rizieq untuk menemani pemeriksaan tak main-main. 

Dari pantauan Acuantoday.com sekira pukul 10 pagi di depan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, yang jadi tempat Rizieq diperiksa tampak berjaga-jaga personel Brigade Mobil (Brimob). 

Tak ketinggalan, polisi juga berjaga-jaga dengan mengerahkan sederet kendaraan taktis (rantis) dan truk gas air mata (water cannon) di dalam Polda Metro Jaya.

“Pagi ini kami lakukan siaga pengamanan untuk kondusifitas pemeriksaan Rizieq Shihab dengan menurunkan personel lengkap dengan hal mendukung lainnya,” kata Jaka, seorang anggota Brimob di depan Direskrimum Polda Metro, hari ini. 

Aziz Yanuar, kuasa hukum Rizieq pun belum bisa memastikan pentolan Front Pembela Islam (FPI itu bakal datang. Belum jelas apa yang jadi alasannya, kendati waktu pemeriksaan sudah lewat dari jam sesuai surat panggilan polisi.  

Aziz hanya berkata, “Saya belum bisa pastikan (Rizieq datang). Yang jelas kuasa hukum akan datang,” kata dia saat dikonfirmasi, hari ini. 

Rizieq sebelumnya mangkir dari pemeriksaan perdana yang diagendakan Selasa (1/12) lalu. Kesehatan yang belum stabil pasca dirawat di Rumah Sakit Ummi Bogor, menjadi alasan mangkir. 

Selain itu, Aziz menilai Rizieq tak semestinya hadir dimintai keterangannya soal dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam dua acara, sebagaimana yang disangkakan polisi, yaitu acara pernikahan putrinya dan Maulid Nabi Muhammad SAW medio November lalu. 

Sangkaan pasal yang menjerat Rizieq dianggap tidak berdasar, yakni soal Pasal 160 KUHP dan Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. 

“Menurut hemat kami, bahwa penerapan Pasal 160 KUHP dan apalagi ditambah Pasal 93 yang tidak memenuhi unsur Kedaruratan Kesehatan Masyarakat, maka seharusnya tidak dapat dikenakan ke Habib Rizieq Shihab,” tutur Aziz, Selasa lalu. (rwo)

Comments

comments