Persiapan Kota Semarang Terapkan PSBB se-Jawa―Bali

Wali Kota Semarang, Hendrar Pribadi saat menyampaikan paparannya terkait rencana penutupan sembilan ruas jalan selama PSBB. /Foto: Istimewa (alv)

Acuantoday.com, Semarang―Pemerintah Kota Semarang sudah menyiapkan beberapa kebijakan menyikapi peraturan pemerintah pusat mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa-Bali mulai 11 Januari 2021 -25 Januari 2021.

Semarang Raya, termasuk Kota Semarang menjadi daerah yang diwajibkan pemerintah pusat untuk menerapkan PSBB selama dua pekan.

Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi akan mengimplementasikan kebijakan Pemerintah Pusat melalui revisi Perwal Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) bersama Forkopimda. Pria yang akrab disapa Hendi ini juga telah menyampaikan pacarannya kepada Forkopimda di Balai Kota Semarang, Kamis (7/1). 

Menurut Hendi, selama masa PBBS Jawa-Bali diberlakukan, Pemkot Semarang akan menutup sembilan ruas jalan. Tujuh ruas di antaranya ditutup selama 24 jam dan dua ruas lainnya ditutup mulai pukul 21.00-06.00. 

Ada pun ruas jalan yang akan ditutup adalah Jalan Gajah Mada, Pemuda, Pandanaran, kawasan Simpang Lima, Pahlawan, Ahmad Yani, Dr Wahidin, Lamper Tengah serta Gombel. 

“Ruas jalan Simpanglima yang menghubungkan dengan Letjen Suprapto tidak ditutup 24 jam tapi mulai 21.00-06.00. Pertimbangannya, karena banyak pelaku usaha PKL dan restoran yang masih bisa buka sampai pulul 21.00,” tutur Hendi. 

Politikus PDI Perjuangan ini juga menambahkan bahwa aturan tersebut akan disusun dalam revisi Perwal Semarang. Kebijakan tersebut akan ia tandatangani dalam dua hari kedepan dan dapat diberlakukan mulai 11 Januari. 

Hendi juga mengatakan apabila ada badan usaha yang melanggar peraturan selama PSBB akan ditegur terlebih dahulu untuk kemudian ditinjau ulang izinnya jika memang diperlukan. 

“Kalau bandel 2 sampai 3 kali, izinnya bisa kami tinjau ulang,” tegas Hendi. (alvin)

Comments

comments