Merapi Keluarkan Lava Pijar, Warga Pakem dan Turi Belum Dievakuasi

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan. (Foto : Chaidir/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Meski Gunung Merapi telah mengeluarkan guguran lava pijar dan awan panas yang mengarah ke Barat Daya, namun tidak membuat warga lereng Merapi sisi barat panik. Hingga kini, belum ada laporan warga Turi dan Pakem Kabupaten Slemam yang dievakuasi ke pengungsian.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan, pengungsian warga lereng Merapi disesuaikan dengan rekomendasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan dan Geologi (BPPTKG).

Berdasar pemetaan, kawasan sisi barat Merapi jaraknya relatif jauh dari puncak. Paling dekat adalah Dusun Tunggularum, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi yang berjarak antara tujuh hingga delapan kilometer.

Sedangkan sisi selatan Merapi, dusun terdekat adalah Turgo di Kalurahan Purwobinangun Pakem, dan Ngandong Tritis Girikerto Turi. Jaraknya dengan puncak Merapi sekitar 6 km.

Hingga kini, kata Makwan, BPPTKG merekomendasikan prakiraan bahaya maksimal 5 kilometer dari puncak. Artinya, untuk Sleman, zona bahaya mencakup Dusun Kalitengah Lor Glagaharjo, Kepuharjo Kaliadem, dan Pelemsari Umbulharjo.

“Kami masih menunggu rekomendasi dari BPPTKG. Selama belum ada perluasan zona bahaya maksimal lima kilometer, maka BPBD Sleman masih mengikuti rekomendasi tersebut,” kata Makwan, Kamis (7/1/2021).

Meskipun begitu, katanya, jika BPPTKG merekomendasikan dilakukan evakuasi terhadap 195 kepala keluarga (KK) Dusun Tunggularum, Wonokerto, Turi, maka BPBD sudah siap melakukannya. Di Wononerto saat ini terdapat empat lokasi barak yang disediakan, di kantor Kalurahan Wonokerto, gedung SD Banyuurip, SD Ngangkruk, dan pendopo objek wisata Ledok Lempong.

“Semua fasilitas kebutuhan dasar di barak sudah dilengkapi termasuk penyekatan bilik. Tetapi kami tidak mau tergesa-gesa mengambil kebijakan pengungsian karena warga sendiri khawatir dengan resiko penularan Covid-19 dan belum ada rekomendasi dari BPPTKG,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Joko Supriyanto mengatakan, pihaknya menyiapkan 12 barak pengungsian di tiga wilayah yakni Cangkringan, Pakem, dan Turi. Hal tersebut dilakukan jika sewaktu-waktu skala ancaman Gunung Merapi mengalami perubahan.

Joko Supriyanto mengatakan, 12 barak yang disiapkan oleh BPBD Sleman sudah dilakukan penyesuaian dengan standar penerapan protokol pencegahan penularan Covid-19. Termasuk, sarana dan prasarana pendukung di barak seperti kasur, selimut, maupun sanitasi.

12 barak yang disiapkan oleh BPBD Kabupaten Sleman di tiga wilayah yakni Kecamatan Cangkringan, Pakem, dan Turi diantaranya barak Gayam, Kiaran, Brayut, Plosokerep, Girikerto, Purwobinangun, Pondokrejo, Umbulmartani, dan Tirtomartani, PNPM di dekat balai desa Glagaharjo, dan Koripan, dan Pandanpuro.

Barak yang dikelola oleh BPBD itu berada sekitar lebih dari 10 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Mengenai upaya evakuasi, Joko menegaskan jika status Gunung Merapi yang berada pada siaga level III membuat pihaknya belum melakukan upaya evakuasi bagi warga yang berada di sisi barat daya Gunung Merapi, dalam hal ini wilayah Pakem dan Turi.

“Belum ada (evakuasi), karena sementara kan baru siaga level III. Sehingga hanya kelompok rentan yang dilakukan evakuasi yang berada di jarak bahaya Gunung Merapi yakni radius lima kilometer. Itupun hanya kelompok rentan, bukan semuanya,” ujarya.

Adapun, di sisi barat wilayah yang paling dekat dari puncak Gunung Merapi berada di Dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Jaraknya sendiri sekitar enam sampai dengan tujuh kilometer dari puncak Gunung Merapi.

“Yang terdekat itu Turgo enam sampai dengan tujuh kilometer. Warga sudah siap untuk melakukan upaya mitigasi bencana. Kami sudah melakukan upaya sosialisasi dan upaya edukasi melalui Destana maupun sekolah siaga bencana. Jadi, warga sudah paham betul jika Merapi erupsi,” tambah Joko.

Satu dusun Turgo sendiri didiami sekitar 150 jiwa. Terlebih, di wilayah barat daya lereng Gunung Merapi yang masuk dalam wilayah kabupaten Sleman yakni Turi dan Pakem belum ada warga yang diungsikan.

“Daerah barat belum ada yang mengungsi. Karena kita juga belum minta mereka untuk mengungsi. Belum saatnya untuk mengungsi,” imbuhnya. (Chaidir)

Comments

comments