Anggota DPR Minta Jangan Spekulasi Penyebab Kecelakaan Sriwijaya Air

Prajurit TNI AL menurunkan bagian mesin turbin pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak dari KRI Cucut (886) di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (10/1/2021). Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, alasan usia pesawat Sriwijaya Air tidak bisa dijadikan sebagai alasan utama dalam kecelakaan terjadi, Sabtu (11/1) kemarin.

Menurutnya, perlu adanya pendalaman dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

 “Kalau kita lihat kan pesawat dihitung dari jam terbang. Nah sejauh ini saya belum tahu apakah jam terbangnya masih layak terbang atau tidak, karena biasanya bukan usia yang dilihat tapi jam terbang,” kata Dasco kepada wartawan di Gedung Parlemen, Senin (11/1).

Selain jam terbang, maintain pesawat juga perlu dicek setiap saat. Oleh sebab itu, Dasco meminta publik untuk menunggu hasil penyelidikan dari KNKT setelah mendapatkan box hitam pesawat.

“Dan kemudian proses maintain pesawat tersebut yang ada rutinitas dan selalu dicek. Sehingga kita marilah tunggu saja hasil KNKT untuk jadi bahan evaluasi,” ucapnya.

Dikatakan Dasco, dari laporan yang diterima, Tim gabungan SAR telah mendapatkan box hitam pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Pulau Seribu untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami telah mendengar bahwa black box dari pesawat tersebut telah diketemukan, sehingga kami berharap dengan ditemukannya black box tersebut, KNKT dapat segera mencari penyebab jatuhnya pesawat untuk menjadi evaluasi lebih lanjut terhadap kejadian tersebut, supaya dapat menjadi acuan dalam mengevaluasi pesawat-pesawat yang lain,” jelasnya.

Untuk diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak diketahui hilang kontak usai meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta, dan setelah itu diketahui jatuh di perairan Kepulauan Seribu, pada Sabtu, (9/11) pukul 14.40 WIB. (rht)

Comments

comments