Rizieq Jadi Tersangka Kasus RS Ummi Bogor

Tersangka dugaan melawan undang-undang atau aparat berwenang, M Rizieq Shihab menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya, Sabtu (12/12/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

Acuantoday.com, Jakarta―Pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan pelarian diri dari Rumah Sakit Ummi Bogor dan dugaan pihak rumah sakit menutupi hasil tes swab.

Hanif Alatas, menantu Rizieq dan direktur rumah sakit Ummi, Andi Taat juga ditetapkan sebagai tersangka.

“Penyidik sudah melaksanakan gelar dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka .Ketiga tersangka yakni Rizieq, dr Tatat dan Hanif Alatas,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian saat dihubungi, Senin (11/1).

Pangkal kasus ini bermula pada medio November 2020, saat pihak rumah sakit diduga menutupi kejelasan status tes swab Rizieq yang tengah dirawat. 

Satgas Covid-19 Kota Bogor meminta pihak rumah sakit transparan soal hasil tes swab pentolan FPI itu, tapi direspons mengambang. 

Proses pengambilan tes swab, juga jadi masalah lain yang disoal Pemerintah Kota Bogor, sebab dianggap tidak sesuai prosedur karena sebelumnya Satgas Covid-19 setempat ingin melakukan tes swab langsung, tapi dihalangi. 

Perkara kian bertambah, ketika Rizieq memutuskan untuk pulang perawatan dan diperbolehkan pihak rumah sakit. Pasalnya, kepulangannya tanpa diketahui oleh pemerintah setempat dan ditambah kondisi kesehatannya, termasuk hasil tes swabnya pun masih dalam tanda tanya. 

Rizieq pun sudah sempat diperiksa sebagai saksi dalam perkara itu pada Senin (4/1). Sementara itu Andi Tatat diperiksa tiga hari kemudian, atau Kamis (7/11).

Rizieq bakal dijerat Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dan Pasal 216 KUHP.

Andi Taat, dilaporkan ke polisi atas dugaan pelanggaran Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984, dengan ancaman pidana hukuman 1 tahun penjara. Dia dalam kasus ini diduga menghambat kerja Satuan Tugas Penanganan Covid-19 terkait penanganan kesehatan Rizieq.

Sedangkan Hanif, polisi belum membeberkan kapan waktu pemeriksaan dan terkait apa peranan yang bersangkutan hingga dijadikan tersangka dalam kasus ini. (rwo)

Comments

comments