Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Identitas Dua Penumpang Sriwijaya SJ182

Acuantoday.com, Jakarta―Polri tengah menyelidiki dugaan adanya dua warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menumpang Sriwijaya Air SJ-182.

Pasalnya, keduanya menggunakan identitas palsu, untuk bisa terbang dengan pesawat yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu itu. 

“Sampai saat ini hal tersebut masih kita dalami dan tim investigasi gabungan dari TNI, Basarnas, dan elemen terkait lainnya masih terus melakukan pendataan terhadap para korban,” kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers secara virtual, Senin (11/1). 

Dalam mencari identitas keduanya, kata Ramadhan, Mabes Polri bakal berkoordinasi dengan Polda NTT. 

Selain itu, juga berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Sebab, keduanya diduga melengkapi administrasi penerbangan dengan memakai KTP yang bukan sebenarnya. 

“Jadi kita dalami, kita akan melakukan koordinasi dengan Polda NTT juga. Nanti akan menanyakan kepada Disdukcapil apakah benar ada informasi atau laporan tentang penumpang pesawat Sriwijaya menggunakan KTP yang bukan miliknya,” tuturnya.

Langkah lain dari Mabes Polri, ungkap Ramadhan bakal menggunakan data dari tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri yang sedang mengumpulkan data antemortem korban yang didapat dari pihak keluarga. 

Dari data itu, kemudian tim DVI akan dicocokkan dengan data postmortem yang didapat setelah mengevakuasi korban.

“Setiap data saat ini, tim DVI sedang bekerja dan terus mengumpulkan data-data antemortem. Data terkait dengan KTP atau identitas terkait dengan penumpang dari pesawat Sriwijaya tersebut apakah ada kecocokan antara data tersebut dengan status korban yang dinyatakan teridentifikasi,” jelasnya.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa adanya sepasang kekasih yang menjadi penumpang Sriwijaya Air SJ-182 dengan berbekal identitas palsu. Keduanya diketahui tengah mencari kerja di Jakarta. 

Salah satu nama yang terdaftar dalam manifes pesawat jatuh tersebut adalah Sarah Beatrice Alomau, padahal nama sebenarnya diketahui adalah Shelfi. Kemudian, satu penumpang lainnya memakai nama Feliks Wenggo, yang nama aslinya adalah Teofilus Lau Ura. (rwo)

Comments

comments