Polri Terima 56 Kantong Jenazah SJ182

Petugas gabungan mengevakuasi serpihan diduga milik pesawat Sriwijaya Air SJY 182 di Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021). ANTARA/HO-Aspri.

Acuantoday.com, Jakarta―Tim DVI Polri hingga pagi ini telah menerima 56 kantong jenazah korban atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. 

“Sampai dengan jam 9 pagi tim DVI telah terima sebanyak 58 sample DNA dari keluarga korban. Kemudian kami juga telah menerima 56 kantong jenazah dan juga 8 kantong properti,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di RS Polri, Jakarta Timur, Selasa (12/1). 

Rusdi menuturkan, tim bakal segera melakukan identifikasi dengan mencocokan data antemortem dan postmortem, sebelum akhirnya dilakukan pecocokan sampel DNA dari keluarga korban. 

“Data antermortem maupun postmortemnya akan dilakukan tindak lanjut tindakan rekonsiliasi ataupun kecocokan kedua data tersebut sehingga akan kita identifikasi korban-korban dari kecelakaan Sriwijaya,” tutur Rusdi.

Sejauh ini, satu jenazah telah berhasil diidentifikasi. Korban atas nama Okky Bisma, dengan KTP beralamat di Kramat Jati, Jakarta Timur, kelahiran 12 Desember 1991. Okky tercatat sebagai pramugara pesawat yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu itu.

“Tim dapat mengidentifikasi Oki Bisma. Kami dapat mengidentifikasi korban Sriwijaya Air yang alami kecelekan. Ini telah kami identifikasi,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di RS Polri Kramat Jati, Senin (11/1). 

Keyakinan Polri atas identitas korban yang dimaksud berdasarkan identifikasi yang dilakukan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polri. Kepala Inafis Polri Brigjen Budi mengatakan, identitas berhasil diketahui setelah penemuan potongan tubuh korban berupa tangan kanan yang teridentifikasi. 

Budi menerangkan, tangan kanan korban masih dalam kondisi bagus lengkap dengan jarinya sehingga memudahkan identifikasi dengan menggunakan alat pemindai sidik jari milik Direktorat  Kependudukan dan Pencatatan Sipil. 

“Jari tangan kanan korban berhasil diidentifikasi dengan alat pendeteksi sidik jari E-KTP. Saat jari ditempelkan, maka masuk database Disduk dan kami cek manifes ada nama Okky Bisma,” kata Budi. 

Budi juga mengatakan setelah hasil sidik jari diketahui milik korban, kemudian tim mencocokan sekali lagi dengan data E-KTP. Sedikitnya, ada 12 titik kesamaan sehingga dipastikan identitas korban adalah benar adanya. 

“Ini kaidah internasional dan bisa diyakini dan tidak terbantahkan data itu data orang (yang) sama,” ujarnya. 

Pihak Polri, kata Rusdi, sudah memberitahukan informasi ini ke keluarga korban. Kini pun proses pengambilan jenazah tengah berlangsung. 

“Kami ada proses yang jelas keluarga korban sudah kami beritahu sambil proses berjalan akan kami berikan ke pihak keluarga,” imbuhnya. (rwo)

Comments

comments