Polres Jakpus Bongkar Sindikat Prostitusi Online Anak di Bawah Umur

Ilustrasi - Tim gabungan Kejaksaan Agung dan Kejari Purwokerto terpidana kasus penipuan multi level marketing (MLM) Eliza Kartikasari Nur Faizah. Kamis (1/10) Kejagung merilis penangkapan buronan sejak 10 tahun itu.

Acuantoday.com, Jakarta―Polisi berhasil membongkar praktik prostitusi online yang selama ini terjadi di sebuah apartemen di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. 

Total ada delapan tersangka yang ditangkap, mereka adalah SDQ, SE, GP, AM, MTW, FR, RND, dan SRL.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Burhanuddin dalam keterangan persnya, Selasa (12/1), mengungkapkan para tersangka dalam menjalani bisnisnya selalu menjajakan perempuan ke pelanggan melalui media sosial. 

“Tersangka SDQ dibantu SE dan CP menawarkan jasa berhubungan intim tersebut lewat aplikasi MiChat,” ujar Burhanuddin. 

Salah satu perempuan yang dijadikan pekerja seks komersial merupakan anak di bawah umur. Pengungkapan kasus ini pun terungkap dari salah seorang korban yang berusia 13 tahun. 

Tanpa menyebut nama korban, Burhanuddin menuturkan, korban berhasil melarikan diri dari para tersangka pada 17 Desember 2020 dan lantas melaporkan apa yang dialaminya. 

Kepada polisi, korban mengaku mengenal awal tersangka untuk sebuah pekerjaan. Perkenalan itu terjadi pada September 2020. 

“Salah satu korban yang masih berusia 13 tahun dijemput salah satu tersangka inisial SDQ dan dijanjikan untuk diajak bekerja sebagai penjaga toko pakaian,” kata Burhanuddin. 

Melihat anaknya bakal diberi pekerjaan secara halal, lantas membuat orang tua korban tidak menaruh curiga kepada tersangka, saat meminta izin untuk membawa putrinya. 

Namun, tidak ada toko pakaian yang dijanjikan dan justru tersangka membawa korban ke apartemen untuk dijebak sebagai pekerja seks. 

“Dibujuk untuk melayani tamu berhubungan intim,” ucap Burhanuddin. 

Laporan korban, kemudian ditindaklanjuti oleh kepolisian hingga akhirnya pada Sabtu (9/1), melakukan penggeledahan di Tower Bougenville dan area Tower Crisant Apartemen Green Pramuka yang disinyalir menjadi tempat prostitusi online. 

Hasilnya, 47 orang berhasil diamankan, rinicannya 24 orang laki-laki dan 23 orang perempuan, dengan 12 perempuan di antaranya anak di bawah umur. Namun, hanya 8 orang tadi yang berperan sebagai muncikari ditetapkan jadi tersangka.

Para tersangka kemudian dijerat dengan Pasal 76 juncto Pasal 88 UU RI Tahun 35 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 296 KUHP dan/atau Pasal 506 KUHP dan/atau Pasal 333 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (rwo)

Comments

comments