Alasan Hendi Batal Menjadi Penerima Vaksin Pertama di Kota Semarang

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G. Rahayu menjadi penerima vaksin pertama di Semarang setelah Wali Kota Hendrar Prihadi memiliki anti body yang cukup tinggi sehingga belum boleh menerima vaksin. /Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Semarang―Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi batal menjadi penerima vaksin pertama di kota yang ia pimpin.

Pria yang akrab disapa Hendi ini tidak menjalani vaksinasi karena statusnya sebagai orang yang pernah terpapar Covid-19 dan memiliki antibodi dengan ukuran 1/130 yang tergolong cukup besar.

“Saya termasuk penyintas dan ketika pemeriksaan antibodi kemarin ukurannya bisa dibilang di atas normal, yaitu 1/130,” tutur Hendi.

Walaupun tak menerima vaksin pertama, Hendi juga berharap dengan divaksinnya sepuluh forkopimda Semarang membuat masyarakat Kota Lumpia percaya bahwa vaksin tidak berbahaya.

“Vaksinasi kali ini adalah bukti vaksin tidak berbahaya,” tandasnya.

Namun, ia menegaskan, saat antibodi turun tak akan ragu untuk menerima vaksin dan saat ini ia terus menyumbangkan plasma darahnya untuk kesembuhan penderita Covid-19.

“Nanti pada saatnya mulai turun, baru nanti akan divaksin. Saya justru ingin menyumbangkan plasma pada pasien covid,” kata Hendi.

Dengan tidak dilaksanakan proses vaksinasi terhadap Hendi, jajaran forkopimda yang pertama kali menerima vaksin yakni Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita, bersama jajaran forkopimda dan tokoh penting yang ada di Semarang seperti Ketua DPRD, Kapolrestabes, Ketua KADIN Kota Semarang, Ketua IDI, Ketua MUI, Kepala Dinas Kesehatan, Sekda dan Kepala Kesbangpol menjalani vaksinasi tahap pertama di Lantai 10 Gedung Dinas Kesehatan Kota Semarang pada Kamis (14/1) pagi.

Dari pengakuan Mbak Ita, ia sempat grogi pada saat menerima vaksin. 

Namun politikus PDI Perjuangan ini juga mengungkapkan bahwa rasanya seperti disuntik pada umumnya.

“Sempat deg-degan karena tensi sempat naik. Tapi Alhamdulillah tidak ada yang dirasakan setelah 30 menit. Rasanya seperti disuntik vaksin yang lain,” kata Mbak Ita.

Saat ini, Pemerintah Kota Semarang sendiri telah memiliki 38.240 vaksin untuk 18.710 tenaga kesehatan di Ibu Kota Jawa Tengah. 

“Kami telah menerima vaksin sebanyak 38.240 vial yang setara dengan 19.120 sasaran, karena satu orang akan divaksin dua kali,” katanya.

Sedangkan untuk jumlah nakes di Kota Semarang, lanjut dia, ada 18.710, sehingga untuk tahap I pemberian vaksin kepada nakes bisa terpenuhi. (alvin)

Comments

comments