Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Yogya Harus Bertanggung Jawab

Acuantoday.com, Yogyakarta―Eks Ketua Pansus Pengawasan Covid-19 DPRD Kota Yogyakarta Antonius Fokki Ardiyanto meminta pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta untuk bertanggung jawab atas meningkatnya kasus Covid-19 di wilayah ini.

Fokki menilai, tingginya kasus Covid-19 di Kota Yogya karena Pemkot menolak rekomendasi DPRD terhadap penutupan Malioboro pada akhir tahun lalu.

Fokki menyebut, dampak ditolaknya rekomendasi pansus DPRD Kota Yogya yang salah satunya adalah menutup total kawasan Tugu Malioboro dan Kraton (gumaton) di malam tahun baru, terbukti membuat kasus Covid-19 belakangan meningkat tajam.

“Sebagai pengambil kebijakan di Kota Yogyakarta dan sekaligus sebagai Ketua Harian Satgas Covid-19 saya menuntut Heroe Poerwadi harus bertanggung jawab dengan kondisi ini,” kata Fokki, Sabtu (16/1).

Ia menyebut, hasil liputan kolaborasi antarwartawan mangungkapkan cukup banyak pasien Covid-19 tidak mendapat penanganan memadai akibat kondisi rumah sakit penuh hingga akhirnya meninggal dunia.

“Bentuk pertanggungjawaban seperti apa, ya biarlah dipertanggungjawaban secara moral kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan kepada para korban yang meninggal karena tidak mendapatkan layanan yang memadai dan cepat di rumah sakit,” katanya.

Menanggapi masalah tersebut, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyatakan, peningkatan kasus Covid-19 tidak berkaitan langsung dengan perayaan malam pergantian tahun. Sebab, kasus sudah mengalami peningkatan sejak November lalu.

“Peningkatan kasus itu terjadi sejak November dan sampai sekarang kasus yang muncul tiap hari masih cukup besar. Tetapi dalam seminggu terakhir, angkanya ada kecenderungan turun,” katanya.

Heroe menambahkan, peningkatan kasus yang terjadi di akhir tahun lalu, dikatakan bukan hanya terjadi di Kota Yogya saja, melainkan juga dialami oleh semua wilayah kabupatan/kota di Indonesia. Terlebih, peningkatan juga terjadi di kota-kota seluruh dunia.

“Artinya juga bahwa peningkatan kasus memang terjadi di semua wilayah,” ujarnya.

Menurut dia, penyebab meningkatnya kasus Covid-19 ini juga belum dikaji secara menyeluruh. Apakah karena varian virus yang baru dengan sebaran lebih cepat dan lain-lain. Namun, faktanya kenaikan memang terjadi di seluruh dunia.

“Jadi tidak bisa hanya disebabkan karena satu hal, sebab proses waktu yang lama dan banyak hal terkait dengan hal itu pula,” ujarnya.

Heroe  mengatakan, pihaknya telah berusaha mengurangi aktivitas dan kerumunan pada malam pergantian tahun lalu di poros Tugu Pal Putih, Malioboro dab Kratin (Gumaton). 

Terbukti, tidak ada kerumunan yang berarti dan dapat terkendali. Sebab sejak awal Pemkot Yogya sudah merekayasa agar kendaraan dan orang tidak mudah masuk ke kawasan Gumaton.

Dikatan, jumlah yang terdata dalam QR Code di Malioboro tercatat 2.015 pengunjung sejak pagi sampai pagi tahun baru.  (chaidir)

Comments

comments