Polri Terima 308 Kantong Jenazah SJ182, 29 Teridentifikasi

Petugas membawa kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air PK-CLC di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta, Senin (11/1/2021). Kantong jenazah tersebut kemudian dibawa ke RS Polri untuk diidentifikasi. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta―Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri hingga hari ini (18/1), telah menerima sebanyak 308 kantong berisi potongan tubuh korban insiden jatuhnya Sriwijaya Air SJ182. 

“Update hari ini, kami telah menerima sebanyak 308 kantong (jenazah) dari fase 1 di Tanjung Priok,” kata Komandan DVI Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Kombes Hery Wijatmoko, saat jumpa pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (18/1).

Hery menyebut, seluruh keluarga korban atau sebanyak 62 keluarga korban telah melapor ke tim DVI untuk memberi data yang berguna dalam proses identifikasi. Hingga hari ini pula, tim sudah menerima 438 sampel, sebagian data antemortem seperti ciri umum korban dan sebagian lagi posmortem, salah satunya DNA. 

“Progresnya kami tetap mendalami, menganalisa, dan melakukan evaluasi untuk data-data yang masuk pada kami. Seperti yang kami sampaikan kemarin. Kami tetap memerlukan data-data pelengkap,” tutur Hery.

Jumlah korban yang berhasil diidentifikasi melalui pencocokan DNA dan sidik jari hingga hari ini sebanyak 29 orang. 

Tim DVI Polri mengonfirmasi lima tambahan jenazah diidentifikasi Minggu (17/1) malam. 

Lima korban yang berhasil diidentifikasi itu, yakni Fao Nuntius Zai, Yunni Dwi Saputri, Iuskandar, Oke Dhurrotul, dan satu korban yang identitasnya tidak disampaikan karena permintaan pihak keluarga.

Selain lima tambahan korban, proses identifikasi 24 jenazah lainnya dimulai sejak Senin (11/1), atau dua hari pascainsiden jatuhnya pesawat itu di perairan Kepulauan Seribu. 

Di hari pertama identifikasi, tim berhasil mengidentifikasi jenazah atas nama Okky Bisma (30 tahun), yang berstatus pramugara pesawat nahas itu. 

Di hari berikutnya secara beruntun, puluhan jenazah diidentifikasi melalui metode pencocokan DNA dan sidik jari. 

Korban atas nama Fadly Satrianto (38), kopilot Nam Air. Kemudian penumpang bernama, Khasanah (50), Asy Habul Yamin (36), Indah Halimah Putri (26), Agus Minarni (47), Ricko (32), Ihsan Adhlan Hakim (33). 

Selanjutnya, jenazah yang berhasil diidentifikasi atas nama Supianto (37), Pipit Piyono (23), Mia Tresetyani (23), yang berstatus pramugari Sriwijaya Air dan Yohanes Suherdi (37). 

Sebanyak 12 tambahan jenazah yang bisa diidentifikasi terjadi pada Jumat dan Sabtu kemarin. Pada Jumat, sebanyak lima jenazah, antara lain: Toni Ismail (59), Dinda Amelia (16), Isti Yudha Prastika (34), Putri Wahyuni, (25) dan Rahmawati (59 tahun). 

Hari berikutnya, sebanyak tujuh jenazah kembali berhasil diidentifikasi, di antaranya: Makrufatul Yeti Srianingsih (30), Rosi Wahyuni (51), Rizki Wahyudi (26), Nelly (49), Beben Sopian (58), Arifin Ilyas (26) dan terakhir, Arneta Fauzia (38). (rwo)

Comments

comments