Polisi Tangkap Komplotan Pemalsu Hasil Swab Bandara Soetta

Ilustrasi - Tim gabungan Kejaksaan Agung dan Kejari Purwokerto terpidana kasus penipuan multi level marketing (MLM) Eliza Kartikasari Nur Faizah. Kamis (1/10) Kejagung merilis penangkapan buronan sejak 10 tahun itu.

Acuantoday.com, Jakarta―Sebanyak 15 pelaku pemalsu surat tes swab Covid-19 berhasil diringkus Tim Garuda Polres Kota Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta). 

Masing-masing pelaku datang dari latar belakang beragam, mulai dari calo tiket pesawat di Bandara Soetta, petugas keamanan bandara hingga pegawai perusahaan yang menerbitkan surat tes swab palsu itu. 

Kasus ini terbongkar berkat laporan warga Bekasi atas nama inisial AB (36) pada Kamis (7/1) lalu, yang melapor telah adanya praktik jual beli surat tes swab palsu di Bandara Soekarno Hatta yang digunakan sebagai syarat wajib penerbangan. 

“Dokumen Kesehatan tersebut berupa Hasil Negatif SWAB PCR dari berbagai Instalasi Kesehatan yang digunakan sebagai pemenuhan persyaratan penggunaan Moda Transportasi Udara,” kata Kapolresta Bandara Soetta Kombes Pol Adi Ferdian Saputra dalam keterangan resmi, Senin (18/1).

Para pelaku di antaranya: MHJ (52), M (54), ZAP (22), DS (26), U (22), AA (32), U (21), S, S (48), IS (42), CY (35), RAS, PA (25). Adi menerangkan, setiap pelaku punya peranannya masing-masing dalam beraksi. 

Dimulai dari MHJ, ia diketahui berstatus sebagai Pekerja Harian Lepas (tenaga bantuan operasional , Protokoler Institusi, yang pernah menjadi Security di Angkasa Pura Propertindo APP. Dia punya peran sebagai pencari orang yang memerlukan surat tes swab palsu itu untuk syarat penerbangan. 

“Memasang tarif sebesar Rp1 Juta sampai Rp1,1 Juta dan per surat paslu mendapatkan keuntungan sekira sebesar Rp250.000,” beber Adi. 

MHJ ketika mendapat calon pelanggan, kemudian memperoleh surat tes swab palsu dari pelaku M, yang berperan sebagai perantara. 

Dari tugasnya, M meraup pendapatan sekira Rp225.000.

Relasi M sebagai perantara berkaitan juga dengan pelaku ZAP, yang berstatus sebagai calo tiket di Bandara Soetta. 

ZAP pun berperan sebagai perantara antara pelaku M dan pelaku DS yang berprofesi relawan validasi KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Bandara Soetta. Dia berperan pembuat surat tes swab palsu. Dari aksinya, ZAP beroleh pendapatan Rp225.000 dan DS sekira Rp200.000. 

Bisa dibilang tersangka lain, U, merupakan otak di balik bisnis ini. Sebab dia yang memiliki soft copy surat tes swab dalam bentuk fail PDF. Dari tangan pelaku U, kemudian salinan surat tes swab diberikan ke DS untuk dicetak. 

Pelaku U punya akses kepemilikan salinan tes swab, sebab bekerja sebagai pegawai fasilitas tes rapid di perusahaan farmasi bernama Kimia Farma yang beroperasi di cabang Terminal 2 Bandara Soetta.

Pelaku lain AA, berprofesi serupa dengan pelaku DS. Dia berperan menyediakan fasilitas berupa tempat kepada DS untuk mencetak surat tes swab palsu dari beberapa instalasi kesehatan. 

Dari surat tes swab yang sudah dipesan dan dicetak, kemudian giliran pelaku U yang punya peran mengantarkannya. 

Terhitung sudah 10 kali, U melakukannya, antara sejak 29 Desember 2020 hingga Januari 2021. Dia dapat tips sekira Rp50 ribu sekali antar per surat. 

Sama dengan U, pelaku YS juga berperan mengantarkan surat tes swab palsu itu. Dia diketahui berprofesi sama dengan DS, yang berperan mencetak surat. 

Tersangka lain berinisial SB punya peran serupa sebagai pengantar surat tes swab palsu dari pelaku DS. SB diketahui berstatus pegawai pada fasilitas kesehatan farma laboratorium di Terminal 3 Bandara Soetta.

Pelaku lain yang bertugas sebagai pencari pelanggan yang memerlukan tes swab palsu adalah S, S, PA dan RA. Untuk pelaku S pertama, diketahui dia adalah seorang pegawai PT Lion Air di bagian services wheel chair/kursi roda. Dari tugasnya, mereka beroleh cuan paling tinggi sekira Rp100 ribu per pelanggan. 

Dua tersangka terakhir, IS dan CY diketahui sebagai pihak yang memesan surat tes swab palsu. 

Untuk tersangka IS yang berprofesi protokol sipil di instansi pertahanan, dia memesan kepada pelaku DS untuk membuat surat seab antigen Covid-19 untuk dijual ke lima orang penumpang yang akan terbang melalui Bandara Soetta. 

Sedangkan tersangka CY yang berstatus bos sebuah restoran, telah memesan dan menggunakan surat tes rapid yang dibuat tersangka DS sebanyak 13 kali untuk keperluan pribadi dan keluarganya saat melakukan penerbangan melalui Bandara Soetta.

Adi menyatakan para pelaku disangkakan pasal berlapis, dari Pasal 93 Jo Pasal 9 Ayat (1) Undang Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan dan atau Pasal 14 Ayat (1) Undang Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan atau Pasal 263 dan atau Pasal 268 KUHPidana. 

Ancaman hukuman pidana penjaranya bervariasi, dengan maksimal paling lama enam tahun kurungan. (rwo)

Comments

comments