DPR Soroti Ketimpangan Anggaran Pendidikan di Kemdikbud dan Kemenag

Ace Hasan Syadzily. (Istimewa)

Acuantoday.com, Jakarta―Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily menilai ada ketimpangan anggaran pendidikan yang dikelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Agama (Kemanag). 

Ketimpangan itu menjadi masalah utama yang harus dipecahkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas beserta jajaran.

“Tantangan terbesarnya sebetulnya soal pendidikan keagamaan. Postur anggaran kementerian kita dalam hal pendidikan tidak menunjukkan postur yang berkeadilan,” kata Ace dalam keterangannya, Selasa (19/1).

Ace menilai, total anggaran pendidikan sebesar Rp550 triliun pada tahun 2021, namun anggaran pendidikan keagamaan yang dikelola Kemenag sangat kecil.

“Rp81,5 triliun itu belanja Pemerintah pusat melalui Kemendikbud dan Rp55,9 triliun itu di Kemenag. Yang dibantu untuk pesantren, madrasah, baik swasta maupun negeri Rp 299 triliun itu ditransfer ke daerah yang itu menjadi domain dari Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Politisi Partai Golkar itu juga menyesalkan minimnya alokasi anggaran beasiswa bagi lembaga pendidikan di bawah Kemenag. 

“Anggaran untuk KIP (Kartu Indonesia Pintar) di bawah Kemendikbud 17 juta (siswa). Sementara Kemenag hanya 2 juta siswa. Beasiswa Bidik Misi atau KIP Kuliah, di bawah Kemendikbud itu 1.108.800. Sedangkan Dirjen Pendis hanya 56.000,” ucapnya.

Selanjutnya, Ace Hasan meminta Kemenag untuk lebih meningkatkan pelayanan pendidikan keagamaan. (rht)

Comments

comments