Pemkot Semarang Revisi Aturan PPKM Tahap II

Jalan Lampersari, Semarang yang Kembali Dibuka Setelah pada PPKM Pertama Ditutup./Foto: Acuantoday.com (alvin)

Acuantoday.com, Semarang―Pemerintah Kota Semarang komitmen dalam menjalankan Instruksi Mendagri Nomor 2 tahun 2021 tentang perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pemkot Semarang mematuhi instruksi tersebut dengan ikut memperpanjang kembali pemberlakuan PKM di Ibu Kota Jawa Tengah hingga 8 Februari 2021. Pemkot telah menerbitkan Peraturan Wali Kota terkait perpanjangan PPKM hingga dua pekan ke depan.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat evaluasi yang dipimpin Hendrar Prihadi selaku Wali Kota beserta jajaran forum komunikasi pimpinan daerah.

Walaupun begitu, Wali Kota Semarang mengambil kebijakan untuk sedikit melakukan pelonggaran seperti pembukaan kembali beberapa ruas jalan seperti Jalan Pemuda, Jalan Supriyadi dan Jalan Lamper, dimana semula ditutup 24 jam, pada saat Pemerintah Pusat RI mulai menetapkan PPKM Jawa Bali.

Selain itu, jam operasional pusat perbelanjaan dan restoran serta cafe diperlonggar untuk kembali membangkitkan roda ekonomi secara perlahan.

Namun Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi menegaskan, semua pihak harus tetap mematuhi protokol kesehatan walaupun ada sedikit pelonggaran.

“Ada tiga poin yang kami putuskan. Pertama, untuk pusat perbelanjaan jika semula ditetapkan dapat beraktifitas hanya sampai pukul 19.00, saat ini bisa sampai pukul 20.00  WIB,” ujarnya, Senin (25/1).

Kemudian, katanya, untuk PKL, cafe, restoran, serta tempat usaha lainnya kedepan sudah boleh beraktifitas dengan protokol kesehatan hingga pukul 22.00 WIB. 

“Juga termasuk point pengalihan jalur  dengan penutupan jalan, akan ada 3 ruas jalan yang dinormalkan kembali, termasuk 2 ruas yang sebelumnya dialihkan 24 jam,” imbuh Hendi.

Politikus PDI Perjuangan ini memohon kepada masyarakat Kota Semarang untuk bisa tertib dan tidak memanfaatkan pelonggaran dengan mengabaikan protokol kesehatan yang ada.

“Saya mohon dukungan dari masyarakat, agar aktifitas di Kota Semarang bisa berangsur normal kembali dengan protokol kesehatan. Tolong saling mengingatkan. Jangan sampai karena ada sebagian yang tidak memiliki kesadaran, lalu imbasnya menjadi luas,” pinta Hendi kepada masyarakat.

Sementara itu, selama 2 minggu pemberlakuan PPKM, Hendi mengungkapkan, perkembangan kasus Covid di Kota Semarang hingga minggu ke-3 bulan Januari 2021 mengalami penurunan.

“Meski kasus Covid sempat mencapai angka 1.000-an, namun per Minggu (24/1) kemarin angka kasusnya turun menjadi 802 kasus. Demikian juga dengan angka kesembuhan yang mencapai 91,7% (15.601),” pungkas Hendi. (alvin)

Comments

comments