Kota Bandung Terima 25 Ribu Dosis Vaksin Tahap II

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanegara saat diwawancarai awak media./Foto: Acuantoday.com (dila)

Kota Bandung Akan Terima 25.000 Dosis di Program Vaksinasi Covid-19 Gelombang II

Acuantoday.com, Bandung―Menjelang vaksinasi Covid-19 gelombang II, Kota Bandung akan menerima sebanyak 25.000 dosis untuk tenaga medis.

Sebelumnya, pada gelombang I program vaksinasi yang dimulai 14 Januari lalu, Kota Bandung menerima 25.000 dosis.

“Sudah mencapai sekitar 84.69% yang telah divaksinasi sesuai dengan data yang ada pada sistem terkait dengan penerima vaksin yang harus disuntik,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanegara dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (26/1).

Ia menyebut sebanyak 6.911 tenaga kesehatan yang berada di wilayah Kota Bandung telah menerima vaksin hingga Minggu (24/1) lalu.

Lebih lanjut, Ahyani mengungkapkan, berdasarkan data Sistem Informasi Sumber Data Manusia Kesehatan (SISDMK) ada sebanyak 25.000 SDM kesehatan yang menjadi penerima vaksin. 

Namun Ahyani mengakui, ada kendala yang dihadapi dalam program vaksinasi Covid-19 yang sedang berjalan. Salah satunya perubahan kebijakan Kemenkes soal dengan pendaftaran penerima vaksin.

“Perubahan kebijakan itu berdampak kepada manajemen Dinkes dalam mengelola pemberian vaksin kepada para penerimanya dan juga mempengaruhi proses redistribusi vaksin,” ungkap Ahyani.

Awalnya, kata Ahyani, setiap orang yang mendaftar melalui SISDMK diverifikasi data oleh Kemenkes RI. Lalu setiap calon penerima vaksin akan dapat SMS terkait proses pendaftaran yang telah dilakukan.

Setelah itu penerima vaksin menerima sms lanjutan tekait pemilihan fasilitas kesehatan dan waktu vaksin.  Namun 4 hari vaksinasi berjalan, kebijakan berubah. Kemenkes akan memberikan e-tiket kepada pendaftar yang ada di SISDMK.

“Para calon penerima vaksin bila aturan sebelumnya bisa memilih faskes (fasilitas kesehatan) sendiri tapi sekarang diatur oleh Dinkes. Dosis kedua akan diberikan 2 minggu setelah melakukan penyuntikan dosis pertama vaksin,” ungkap Ahyani.

Di luar itu, Ahyani mengimbau seluruh SDM kesehatan harus bisa memastikan sudah terdaftar baik melalui fasilitas kesehatan tempat bekerja maupun pendaftaran pribadi agar dapat dipastikan data sudah masuk ke dalam SISDMK.

“Jika belum terdaftar segera sampaikan kepada Dinkes agar bisa diteruskan ke Kemenkes paling lambat 27 Januari 2021. Semua akan dapat gilirannya. Kami akan terus kawal distribusi vaksin,” tutur Ahyani. (dila)

Comments

comments