Sempat Terkendala Pasokan Batu Bara, PLN Jamin Tak Ada Pemadaman Listrik Hingga Maret

Ilustrasi: Pekerja beraktivitas di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (Gitet) transmisi Jawa bagian timur dan Bali di Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (8/4/2020). PT PLN (persero) memastikan tarif listrik rumah tangga non subsidi golongan 900 VA maupun 1.300 VA ke atas tidak mengalami kenaikan./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan tidak ada pemadaman listrik bergilir, meski ada kendala pasokan batubara ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN karena terdampak banjir di Kalimantan Selatan.

“Januari padam tidak, sampai akhir? Tidak. Sekarang tanggal 27, Insya Allah tidak ada (pemadaman listrik). Jadi sampai 31 Januari haqqul yakin tidak ada kekurangan pasokan listrik,” kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Rabu (27/1).

Tidak hanya selama Januari ini, Rida menjamin tidak akan ada pemadaman listrik juga pada Februari dan Maret mendatang. Ia yakin dengan komitmen tinggi para produsen batubara untuk memasok kebutuhan pembangkit, sehingga listrik akan menyala terus.

“Begitu pun di Maret. Kita berharap dan berusaha sekuat mungkin apa yang ditakutkan kita semua, apalagi di tengah pandemi ini, apalagi lagi (musim) hujan, listrik harus menyala terus,” katanya.

Banjir di wilayah Kalimantan Selatan sebagai penghasil batubara telah menghambat pasokan batubara ke pembangkit. Selain mengganggu operasional tambang, banjir juga menyebabkan keterlambatan pasokan karena infrastruktur jalan dan sungai yang terdampak.

Tidak hanya itu, pengiriman melalui tongkang pun terhambat karena angin dan ombak tinggi. Walaupun berhasil tiba di tujuan, kondisi batubara yang basah dan kehujanan juga membuat kapasitas pembangkit turun.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi 4 perusahaan tambang yang terdampak banjir.

Sebagai upaya antisipasi, pemerintah akan mengalihkan sumber pasokan batubara dari lokasi lain yaitu Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan.

“Soal pengalihan sumber pasokan, tadi sudah kita identifikasi, ketika Kalimantan Selatan terkendala banjir, kita cari ke Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan. Sudah kita identifikasi juga,” pungkas Ridwan. (ahm)

Comments

comments