Mulai 5 Februari, Stasiun KA Yogya Gunakan GeNose untuk Deteksi Korona

Stasiun KAI Yogyakarta./Foto: Acuantoday.com (Chaidir)

Acuantoday.com, Yogyakarta―Mulai 5 Februari 2021, Stasiun Kereta Api Yogyakarta akan memberlakukan pemeriksaan menggunakan GeNose untuk pemenuhan syarat perjalanan bagi penumpang kereta api jarak jauh.

Selain GeNose, Stasiun KA Yogyakarta juga masih membuka layanan rapid test antigen yang sudah dilakukan di 46 stasiun KA lainnya.

Dari pantauan di ruang pemeriksaan rapid test antigen, Stasiun KA Yogyakarta, Kamis (28/1),  tampak masih lengang, tidak begitu banyak calon penumpang seperti pada masa liburan akhir tahun lalu yang jumlahnya padat.

Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta Supriyanto mengakui, rencananya pemeriksaan GeNose tes ini akan tersedia mulai 5 Februari. 

Namun, ia belum bisa memastikan jumlah GeNose yang akan disiapkan di Stasiun KA Yogyakarta, karena pemenuhan peralatan tersebut masih dalam tahap persiapan yang dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama PT Rajawali Nusantara Indonesia selaku mitra PT KAI.

Sama seperti pemeriksaan rapid test antigen atau swab test PCR, maka hasil pemeriksaan menggunakan GeNose juga hanya berlaku maksimal 3×24 jam sebelum jam keberangkatan.

Menurut Supriyanto, aturan penggunaan GeNose untuk syarat bagi pelaku perjalanan dengan kereta api jarak jauh tersebut sudah tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 11 Tahun 2021 tentang perpanjangan pemberlakukan petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dengan kereta api di masa pandemi COVID-19.

Di wilayah kerja PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta, layanan rapid test antigen dapat diakses di lima stasiun yaitu Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Klaten, dan Purwosari.

Penumpang kereta api jarak jauh dapat memanfaatkan layanan tersebut dengan tarif Rp105.000 dan wajib menunjukkan kode booking tiket kereta api.

Selain menunjukkan hasil non reaktif atau negatif untuk berbagai jenis pemeriksaan kesehatan, penumpang juga diwajibkan berada dalam kondisi sehat, tidak mengalami flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam. Suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius.

Penumpang juga diminta untuk selalu mengenakan masker medis atau masker kain tiga lapis, dan diimbau mengenakan baju lengan panjang.

Sejumlah aturan tambahan pun diterapkan oleh PT KAI, yaitu larangan berbicara antar penumpang selama perjalanan di dalam gerbong kereta api atau melalui telepon. (chaidir)

Comments

comments