Pelaksanaan PSBB: Instruksi Luhut untuk Kota Bandung

Wali Kota Bandung Oded M Danial saat diwawancarai awak media./Foto: Acuantoday.com (dila)

Acuantoday.com, Bandung―Pemerintah Kota Bandung bakal lebih memperketat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Proporsional di wilayahnya, yang berlaku hingga 8 Februari mendatang.

Pengetatan ini, sesuai arahan dari Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat rapat koordinasi nasional Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 secara virtual.

Salah satu permintaan Luhut dalam PSBB Proporsional ini yaitu mendirikan posko di tempat keramaian. 

Hal itu agar para petugas semakin maksimal mengawasi penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Adapun untuk mendirikan posko-posko di tempat keramaian, saya sudah minta ke Pak Sekda sebagai kepala harian gugus tugas untuk dibicarakan bersama Satgas,” kata Wali Kota Bandung Oded M Danial, Senin (1/2).

Oded M Danial mengatakan, meski Kota Bandung sudah dinilai baik di penerapan PSBB yang kini berjalan namun dirinya bersama jajaran berkomitmen untuk meningkatkan hal yang sudah ada saat ini.

“Tapi sesuai arahan dari Pak Menko Luhut Binsar Pandjaitan dan semua menteri di saat PSBB Proporsional yaitu dilakukan pengetatan pengendalian, penegakannya harus semakin ditingkatkan,” tutur Oded.

Oded memastikan, pihaknya bersama jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) akan mengoptimalkan pelaksanaan PSBB Proporsional hingga 8 Februari nanti menekan kasus Covid-19.

Kendati demikian, setiap kebijakan yang diambil kepala daerah pada PSBB tahap II harus mengedepankan aspek kesehatan dan ekonomi. Sehingga jangan sampai ekonomi menjadi semakin terpuruk.

“Kutub ekonomi dan kutub kesehatan itu yang harus disikapi oleh semua kepala daerah tentu kita akan lakukan dengan cara-cara yang baik. Masyarakat tetap patuhi kebijakan pemerintah,” tegasnya.

Berdasarkan evaluasi Pemerintah Pusat, positivity rate mengalami kenaikan dikarenakan implementasi aturan PPKM atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum dilaksanakan maksimal.(dila)

Comments

comments