Kota Bandung Optimis PAD Sektor Pariwisata Masih Bisa Diandalkan

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari./Foto: Acuantoday.com (dila)

Acuantoday.com, Bandung―Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung optimis sejumlah sektor yang dikelolanya, seperti perhotelan tetap bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), di tengah pandemi Covid-19

Disparbud Kota Bandung mengakui, sektor perhotelan mengalami penurunan okupansi selama masa pandemi Covid-19, imbas diberlakukannya pembatasan kegiatan masyarakat, baik itu PPKM ataupun PSBB tahap I hingga II.

Kepala Disbudpar Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari menilai penurunan terjadi karena saat ini masih situasi pandemi dan adanya kebijakan PSBB Proporsional. Sehingga, kondisi ini ikut memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Bandung.

Kendati demikian, ia menganggap, angka penurunan itu masih terbilang wajar. Pasalnya, okupansi hotel di akhir tahun 2020 hanya di angka 40 persen.

“Ini tidak hanya terjadi di Kota Bandung saja, PSBB ini kan Jawa-Bali,” ujar Kenny dalam keterangannya, Rabu (3/2).

Meski saat ini terjadi penurunan, Kenny berharap okupansi hotel di Kota Bandung bisa terus meningkat. Sehingga, perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak hotel di tahun 2021 khususnya dapat mencapai target yang telah ditetapkan.

“Target kami inginnya sama (seperti) sebelum Covid-19, yaitu sekitar 33 persen pajak dari hotel. Kita kemarin (PAD tahun 2020) baru dapat informasi yang memang biasanya sekitar Rp700 miliar, turun sampai sekitar Rp300 miliar,” tuturnya.

Untuk itu, Kenny mengajak masyarakat baik wisatawan maupun pelaku usaha mentaati aturan pemerintah. Seperti menerapkan protokol kesehatan secara ketat agar Kota Bandung bisa kembali lebih kondusif.

Selain hotel, Disparbud Kota Bandung juga mencatat adanya penurunan pengunjung untuk cafe dan restoran. Hal tersebut disebabkan adanya pengurangan jam operasional dan okupansi pengunjung. (dila)

Comments

comments