Mengejutkan! Pemerintah Pangkas Insentif untuk Nakes yang Tangani Covid 19

Ilustrasi - Petugas tenaga kesehatan (nakes) sedang membawa pasien positif virus corona (COVID-19) ke dalam ruang perawatan./Foto : Antara

Acuantoday.com— Di tengah masih tingginya kasus penularan Covid 19 di Indonesia, tiba-tiba pemerintah memutuskan memangkas anggaran insentif bagi tenaga kesehatan yang menangan pandemic Covid 19. Pemangkasan anggaran insentif tersebut tertuang dalam SK Menteri Keuangan No: S-65/MK.02/2021.

Mengutip Tempo, surat yang ditandatangani Menkeu Sri Mulyani tertanggal 1 Februari 2021 menindaklanjuti surat Menteri Kesehatan No KU.01.01/Menkes/62/2021 tanggal 21 Januari 2021 tentang Permohonan Perpanjangan Bagi Tenaga Kesehatan dan Peserta PPDS (Program Pendidikan Dokter Spasialis) yang Menangani Covid 19.

Dalam surat tersebut dijelaskan; Insentif bagi dokter spesialis sebesar Rp7.500.000, peserta PPDS Rp6.250.000, dokter umum dan gigi Rp5.000.000, bidan dan perawat Rp3.750.000, tenaga kesehatan lainnya sebesar Rp2.500.000. Sementara itu, santunan kematian per orang sebesar Rp300.000.000.

Pelaksanaan atas satuan biaya tersebut agar memperhatikan hal-hal berikut: satuan biaya tersebut merupakan batas tertinggi yang tidak dapat dilampaui, agar tetap memperhatikan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan negara yaitu akuntabilitas, efektif, efisien dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.

Ketentuan tersebut mulai berlaku terhitung Januari 2021 sampai Desember 2021 dan dapat diperpanjang kembali jika ada kebijakan baru terkait penanganan pandemic Covid 19. Dan peraturan ini juga berlaku untuk tenaga kesehatan di daerah yang masuk darurat pandemic dan melakukan tugas penanganan Covid 19.

Sebelumnya, di 2020, pemerintah menetapkan besaran insentif untuk dokter spesialis sebesar Rp 15 juta. Dokter umum/dokter gigi Rp 10 juta. Bidan atau perawat Rp 7,5 juta. Tenaga medis lainnya Rp 5 juta.***/dnr

 

Comments

comments