Insentif Nakes Dipotong 50 Persen, PKS: Kebijakan Ini Tidak Tepat

Ilustrasi - Petugas tenaga kesehatan (nakes) sedang membawa pasien positif virus corona (COVID-19) ke dalam ruang perawatan./Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani menilai, kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani memotong insentif tenaga kesehatan (nakes) yang selama ini menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 sangat tidak tepat, karena beban para nakes sangat berat.

“Kebijakan pemotongan insentif nakes ini sangat tidak tepat, mengingat beban kerja nakes yang begitu berat berhadapan langsung dengan pasien Covid-19,” kata Netty kepada Acuantoday.com, Kamis (4/2).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, rencana pemotongan insentif nakes akan melemahkan semangat kerja mereka. 

Padahal, dengan melonjaknya angka orang terinfeksi Covid-19 akhir-akhir ini, Pemerintah harus memberikan yang terbaik bagi nakes sebagai ujung tombak penanganan Covid-19.

Pengurangan insentif ini, tegas dia, akan melemahkan mentalitas dan semangat nakes. Seharusnya, insentif itu tetap dengan besaran angka yang sama agar tidak mengurangi semangat nakes

“Bukan berarti mereka bekerja demi uang, namun ini adalah bentuk penghargaan terhadap nakes yang selama ini pekerjaannya penuh risiko. Bahkan, sudah lebih dari 500 orang dari mereka yang gugur saat bertugas,” jelasnya.

Menurut politisi asal Jawa Barat ini, Pemerintah harusnya memberikan apresiasi dan penghargaan kepada jasa mereka, bukan malah memotong insentif mereka. 

“Di tengah suasana seperti ini seharusnya Pemerintah memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para nakes, bukan justru membuat kebijakan yang tidak berpihak dan berakibat melemahkan,” tutupnya. (rht)

Comments

comments