Hari Pertama “Jateng di Rumah Saja”, Semarang Dikepung Banjir

Suasana Mangkang Kulon yang meluap akibat banjir. /Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Semarang―Intensitas hujan tinggi sejak Jumat (5/2) hingga Sabtu (6/2) menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Semarang banjir.

Wilayah yang tergenang air di antaranya Bubakan, Simpanglima, Mangkang, Wonosari, Tlogosari dan Genuk serta Jalan Kaligawe juga daerah Kemijen, Semarang Timur.

Banjir juga menggenangi jalan utama Pantura di daerah Mangkang dan menyebabkan arus kendaraan berhenti total akibat air yang meredam. 

Daerah Aliran Sungai (DAS)Beringin di Mangkang Wetan pun meluap dan menyebabkan banjir.

Di daerah Mangkan sendiri air mulai menyergap kawasan pemukiman warga sekitar pukul 04.00 pagi atau sebelum adzan Subuh.

Di Masjid Jami Assyafilah, Mangkang misalnya, takmir masjid setempat melakukan pengumuman banjir melalui pengeras suara supaya warga terbangun dari tidurnya dan bersiaga menghadapi banjir. 

“Poro sederek, Sungai Beringin meluap, Banjir… Banjir… Banjir, ” seru takmir masjid mengingatkan warga.

Namun, derasnya hujan membuat amukan banjir tak terbendung, hanya hitungan menit pemukiman warga Mangkang Wetan RT 2 RW 1 pun terendam selutut orang dewasa. 

“Tadi langsung evakuasi barang-barang, karena air naiknya sangat cepat,” beber Abdul Rauf, warga RT 2 RW 1 Kelurahan Mangkang Wetan.

Sementara itu, salah satu pengendara kendaraan di Pantura Semarang Kendal, juga menuturkan, limpahan air dari DAS Beringin begitu cepat menyergap pemukiman warga dan jalan raya yang menyebabkan jalanan lumpuh menuju Kendal ataupun Semarang.

“Air limpasan Sungai Beringin dari wilayah Wonosari menggenangi jalan nasional, kemudian masuk ke pemukiman warga,” tutur Nur Salim, seorang pengguna jalan.

Akibat meluapnya air di Pantura Semarang Kendal, mobil-mobil kecil dan kendaraan tidak berani melanjutkan perjalanan. Sementara bus dan truk berbadan besar nekat melintasi dengan kecepatan minimum. (alvin)

Comments

comments