Pakar Forensik: WO Aisha Weddings Tidak Ada di Dunia Nyata

Tangkapan layar di situs Aishaweddings.com yang dipersoalkan KPAI karena memuat dorongan menikah di usia 12 tahun. Foto: Acuantoday.com (ali))

Acuantoday.com, Jakarta―Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel mempertanyakan dasar pelaporan KPAI terhadap situs pengelola event organizer Aisha Weddings (AW).

Sebab, kata Reza, sangat mungkin Aisha Weddings tidak ada di dunia nyata, hanya situs yang dibikin dan belum diketahui motifnya.

”Apakah EO bernama Aisha Wedding itu memang benar-benar ada? Atau cuma website dan bisnis yang sebenarnya tidak ada? Kalau ternyata AW cuma nama website tanpa sungguh-sungguh ada perusahaannya, maka perlu diusut apa motif pembuat situs tersebut,” kata Reza dalam keterangan pers yang diterima Acuantoday.com, Kamis (11/2/2021).

Selain mempertanyakan keberadaan pemilik Aisha Weddings (AW), Reza juga mempertanyakan apakah caption di situs tersebut melanggar hukum dan pasal apa yang bakal dikenakan.

”Anggaplah benar-benar ada EO bernama AW. Saat dilaporkan ke polisi, apa persoalan pidananya? Kalaulah dianggap caption pada situs AW tersebut dianggap bertentangan dengan kampanye pencegahan pernikahan anak-anak, maka apakah perbuatan AW tersebut bisa dijatuhi sanksi pidana?,” tanyanya.

Sebelumnya, KPAI mengaku sudah melapor ke Polri situs milik Aisha Weddings (AW), dengan dasar dugaan pelanggaran atas UU Perkawinan, UU Tindak Pidana Perdagangan Orang, UU Perlindungan Anak dan bentuk eksploitasi serta perdagangan anak.

Situs Aisha Weddings (AW) sendiri memantik kritik publik, sebab mendorong anak di usia 12 untuk menikah dan sudah waktunya mengabdi pada suami. (mmu)

Comments

comments