29 Saksi Potensial Kebakaran Kejagung Diperiksa Polisi

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Awi Setyono dalam jumpa pers di Bareskrim Polri. Penyidik Bareskrim Polri Jumat (25/9/2020) memeriksa dua pejabat kejaksaan aguyng dalam kasus kebakaran gedung kejagung./Foto: Romhan Wibowo (Acuantoday.cm)

Acuantoday.com, Jakarta- Polisi masih bekerja keras melakukan proses penyidikan kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Kejagung (Kejagung).

Penyidik Bareskrim Polri pada hari ini Selasa (22/9/2020) tengah memeriksa 17 saksi potensial.

Jumlah itu menambah pemeriksaan 12 saksi sehari sebelumnya, sehingga total 39 saksi sudah dimintai keterangan.

Mereka semua diyakini berada di detik-detik kebakaran saat mula kobaran api melalap lantai 6 gedung Korps Adhyaksa itu.

Saksi yang dipanggil dalam dua hari ini datang dari ragam kalangan, mulai dari petugas kebersihan hingga tukang bangunan, yang pada detik-detik kejadian sedang merenovasi ruangan di lantai 6.

Sejak dimulai pemeriksaan pukul 10.00 WIB saksi yang dipanggil di antaranya pekerja, tukang, staf Kejagung, Keamanan Dalam (Kamdal) dan PNS Kejagung, hingga pejabat Kejagung.

Proses penyidikan juga sudah sampai pada penyitaan beberapa barang bukti yang dijadikan petunjuk untuk mengungkap apa pemicu open flame atau nyala api terbuka, yang disebut-sebut sebagai asal api berkobar.

“Penyidik menyita barang bukti, barang bukti kebakaran yang telah beberapa waktu lalu telah diambil oleh tim Puslabfor Mabes Polri,” ujar Karopenmas Div. Humas Polri Brigjen Awi Setiyono dalam jumpa pers di Bareskrim Polri.

Selanjutnya penyidik bersurat kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk permintaan penetapan persetujuan penyitaan terhadap barang bukti yang dimaksud.

Barang bukti yang dimaksud, Awi menjelaskan, berupa dirigen yang berisi cairan penghantar kebakaran, arang-arang sisa kebakaran hingga kamera pengawas atau CCTV. Untuk barang bukti terakhir, pihak kepolisian tak bisa berharap banyak petunjuk darinya, lantaran mayoritas CCTV di lantai 6 hangus terbakar.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, si jago api melalap Kejagung hingga 12 jam lamanya pada 22 Agustus lalu. Butuh 65 unit armada pompa pemadam berikut 200 personel Damkar.

Insiden ini menyita perhatian publik, seiring beredar spekulasi bahwa adanya sabotase terhadap kasus-kasus korupsi besar yang tengah ditangai Kejagung, semisal skandal Bank Bali yang menyeret koruptor kelas kakap Djoko Tjandra.(rwo/har)

Comments

comments