Proses Vaksin Nusantara Terus Berjalan

Box Lengkap Vaksin Nusantara.(Foto : istimewa)

Acuantoday.com, Jakarta―Vaksin Nasional yang diprakarsai mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto terus berjalan untuk tahapan uji klinis fase 2 dan fase 3.

Anggota Tim Vaksin Nusantara Brigjen (Purn) TNI dr. Jajang Edi Prayitno kepada Acuantoday.com, Kamis (18/2), mengatakan, produksi massal terhadap vaksin ini belum dapat ditentukan karena sangat bergantung dari keluarnya Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) dari BPOM.

“Kalau izin dari BPOM sudah keluar, produksi Vaksin Nusantara baru bisa dilakukan,” katnya.

Sejauh ini, uji klinis fase 1 sudah dilakukan pada akhir tahun 2020, dengan mengikutsertakan 30 relawan. 

Hasil fase 1 itu, telah diserahkan kepada BPOM, Selasa (16/2), bersamaan dengan kunjungan Komisi IX DPR ke RS Kariadi Semarang.

Menanggapi hasil uji fase 1 itu, Jajang optimis, BPOM akan meloloskannya.

“Optimislah, kan memang semua berjalan lancar-lancar saja. Aman,” tegas Jajang.

Pasalnya, tambah Jajang, uji fase 1 sejauh ini bagus dan tidak menimbulkan efek samping setelah vaksin itu disuntikkan. 

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Komisi IX DPR, BPOM didesak untuk memberikan pendampingan agar uji klinis dapat dipastikan sesuai ketentuan good clinical practices.

BPOM, menurut Jajang, pada kesempatan tersebut menyatakan akan mengeluarkan hasil evaluasi fase 1, empat hari sejak diserahkan tanggal 16 Februari lalu. 

Mengenai uji klinis fase 2, eks Staf Khusus Menkes era Terawan ini diprediksi akan dilakukan pada akhir Februari.

Jumlah relawan untuk fase 2 ini, sekitar 180 orang, beberapa di antaranya anggota Komisi IX DPR. 

“Tanggal 25 Februari mendatang, kami akan berangka ke Semarang untuk melakukan uji klinis fase 2,” katanya.

Mengenai proses uji klinis fase 2 ini, Jajang mengatakan, pengambilan sampel  sebanyak 40 orang per hari, yang kemudian dilanjutkan dengan inkubasi selama tujuh hari, sebelum disuntikkan kembali.

Proses ritme yang sama dilakukan hingga seluruh 180 orang relawan itu diambil sampel darah dan diinkubasi.

Untuk uji klinis fase 3, kata Jajang, baru dapat dilakukan jika BPOM telah melakukan evaluasi dan mengeluarkan izin selanjutnya.

Untuk fase 3, jumlah relawan yang akan menjalani uji klinis sebanyak 1.600 orang. (ahm)

Comments

comments