Eks Menteri BUMN Dahlan Iskan Puji Vaksin Nusantara

Anggota Komisi IX DPR RI Abidin Fikri bersama inisiator Vaksin Nusantara, Dr. Terawan Agus Putranto (Menteri Kesehatan RI 2019-2020) usai mendengarkan penjelasan dari Peneliti RSUP dr. Kariadi Semarang terkait penyerahan hasil uji Fase 1 Vaksin Nusantara. (Foto : istimewa)

Acuantoday.com, Jakarta―Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyambut antusias perkembangan Vaksin Nusantara yang diprakarsai oleh Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan pertama, periode kedua Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

Bahkan, Dahlan siap untuk menjadi relawan uji klinis fase 2, yang direncanakan bakal dilaksanakan pada akhir Februari 2021 ini.

Selain Dahlan, sejumlah tokoh penting di Tanah Air dan pengusaha terkemuka masuk daftar yang bakal disuntik vaksin yang menggunakan sel dendritik ini.

Sebelumnya, pada penyerahan hasil uji klinis fase 1 di RS Kariadi Semarang, anggota Komisi IX DPR juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi relawan di antara 180 orang yang rencanakan.

Dahlan berpandangan, apa yang dilakukan Terawan ibarat adu balap mobil.

Pada balapan vaksin dunia ini, menurut Dahlan, Indonesia bisa menyalip di tikungan. Bisa seperti pembalap Michael Schumacher atau Valentino Rossi.

“Pembalap kita adalah dokter cum Jenderal Terawan Putranto,” kata Dahlan seperti dikutip dari laman disway.id.

Dahlan berkeyakinan, Vaksin Nusantara yang saat ini masih dalam tahap proses menuju uji klinis fase 2 dan 3, dan jika semua izin dari BPOM bisa lolos kemudian diproduksi massal, maka ini akan menjadi kebanggaan nasional.

Alasannya, Vaksin Nusantara memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan lainnya.

“Vaksin Nusantara ini akan bisa di tubuh kita seumur hidup,” tegas Dahlan.

Sebab menurutnya, vaksin biasa yang sudah ada hanya bertahan 1 tahun. Bahkan, ada yang menyebut hanya 9 bulan.

“Bahkan ada yang lebih pendek lagi,” tegasnya.

Artinya, kata Dahlan, jika pandemi tidak selesai 6 atau 9 bulan lagi, orang harus divaksin ulang.

Keunggulan lainnya, tidak perlu disimpan di suhu dingin, dan cukup ruangan biasa saja.

Dengan begitu, katanya, Puskesmas tidak perlu repot-repot membeli kulkas baru jika kapasitas yang ada sudah penuh.

“Pun kalau listrik mati. Tidak membuat Vaksin Nusantara rusak. Berarti cocok sekali dengan kondisi Indonesia,” tandasnya.

Seperti diketahui, teknologi ini pertama kali ditemukan oleh oleh Avita Biomedical Inc, California, Amerika Serikat, namun belum pernah dikembangkan.

Namun, kata Dahlan, karena Amerika sangat percaya pada kemampuan dokter Terawan, apalagi dipimpin langsung olehnya maka Avita mempercayakan pengembangan teknologi ini ke Indonesia.

Dahlan bahkan berani bilang, jika Vaksin Nusantara bisa menjadi kenyataan, “Terawan memang hanya sebentar menjadi Menteri Kesehatan tapi jejak yang ditinggalkannya sangat panjang dan dalam bagi bangsa ini.” (adi)

Comments

comments