Polda Metro Jaya Bantah Abaikan SE Kapolri, Kasus IPW Jauh Sebelum Surat Keluar

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. (ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)

Acuantoday.com, Jakarta―Menanggapi desakan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, yang meminta Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya (PMJ) Kombes Auliansyah Lubis dicopot, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menegaskan, laporan yang dimasalahkan IPW itu sudah lama dan diterima jauh sebelum Jenderal Listyo Sigit menjabat Kapolri.

“Jadi ini bukan kasus baru, laporan polisi ini sudah sejak 2020 dan sudah berjalan sampai penyelidikan, penyidikan serta penetapan tersangka ke terlapor,” kata Yusri di Jakarta, Rabu (24/2).

Mantan Kabidhumas Polda Jabar itu menjelaskan, pihaknya tidak bermaksud membangkang atas Surat Edaran Kapolri Nomor SE/2/11/201 tentang Kesadaran Budaya Beretika untuk Mewujudkan Ruang Digital Indonesia yang Bersih, Sehat, dan Produktif yang diteken Kapolri pada 19 Februari 2021.

Namun, kata Yusri, pihaknya menetapkan tersangka terhadap Ketua Bidang Investigasi IPW Joseph Erwiantoro setelah penyidikan mendalam dan sudah mengirimkan panggilan terlebih dulu.

Kasus tersebut diproses sebelum ada surat edaran dari Kapolri yang baru, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

”Penyidikan berjalan, penetapan tersangka itu awal bulan Februari lalu tanggal 5, kita lakukan pemanggilan, hari ini panggilan kedua. Dikaitkan Edaran Kapolri kemarin, surat panggilan pemeriksaan tersangka sejak 17 lalu, sebelum adanya surat edaran Kapolri,” ujarnya.

Setelah Surat Edaran Kapolri Nomor SE/2/11/201 tentang Kesadaran Budaya Beretika untuk Mewujudkan Ruang Digital Indonesia yang Bersih, Sehat, dan Produktif terbit, jelas mantan Kapolres Tanjungpinang itu, pihaknya langsung menggunakan pendekata persuasif dan mediasi guna mencari jalan terbaik mencari penyelesaian.

”Tetap kami menyikapi surat edaran Kapolri, yang kami kedepankan persuasif dan mediasi. Sampai hari ini yang bersangkutan datang kita tidak periksa, kita upayakan persuasif, mediasi dengan pelapor,” pungkasnya. (mmu)

Comments

comments