3 Anggota Polri Penembak Laskar FPI Jadi Tersangka

Sejumlah anggota tim penyidik Bareskrim Polri memperagakan adegan saat rekonstruksi kasus penembakan enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020) dini hari. Rekonstruksi tersebut memperagakan 58 adegan kasus penembakan enam anggota laskar FPI di tol Jakarta - Cikampek KM 50 pada Senin (7/12/2020) di empat titik kejadian perkara. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- 3 anggota Polri penembak anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka 3 oknum polisi itu merupakan terlapor kasus dugaan unlawful killing atau pembunuhan di luar prosedur hukum.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan penetapan tersangka terhadap 3 anggota Polri berdasarkan gelar perkara atas kasus penembakan di Tol Cikampek KM 50 pada Kamis (1/4).

“Kesimpulan dari gelar perkara yang dilakukan maka status dari terlapor tiga tersebut dinaikkan menjadi tersangka. Tiga Tersangka,” ucap Brigjen Pol. Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/4/2021).

Rusdi menjelaskan Mebes Polri menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) bagi tersangka EPZ lantaran sudah meninggal dunia.

“Berdasarkan (pasal) 109 KUHAP, karena yang bersangkutan meninggal dunia maka penyidikannya langsung dihentikan,” terang Rusdi.

Ia juga memastikan proses hukum terhadap dua tersangka lainnya akan tetap dilanjutkan.

“Oleh karena itu pada rekan-rekan sekalian kita tunggu saja, tugas yang dilaksanakan penyidik untuk dapat menuntaskan kasus KM 50 ini secara profesional, transparan, dan akuntabel,” sebut Rusdi.

Sebelumnya, tiga anggota polisi menjadi terlapor kasus unlawful killing. Salah satunya, EPZ yang meninggal dunia karena mengalami kecelakaan tunggal.(har)

Comments

comments