IPW Desak Polisi Koboi Penembak 3 Orang di Cengkareng Dihukum Mati

Ilustrasi senjata-- foto Augustas Didžgalvis/en.wikipedia.org

Acuantoday.com, Jakarta―Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mendesak anggota polisi yang diduga pelaku penembakan dijatuhi hukuman mati.

Tak cuma itu, IPW juga meminta Kapolres Jakarta Barat harus segera dicopot dari jabatannya.

Mantan Wakil Pemimpin Redaksi Surat Kabar Jakarta itu menilai Kapolres Jakarta Barat telah gagal mengamankan daerah hukum di wilayah kerjanya.

”Pelaku harus dihukum mati. Kapolres Jakarta Barat harus dicopot karena dia penanggungjawab keamanan wilayah. Dan faktanya dia membiarkan ada kafe yang buka hingga pukul 04.00, padahal saat ini tengah pandemi Covid-19,” kata Neta dalam keterangan persnya, Kamis (25/2).

Menurut Neta, Kapolres Jakarta Barat kurang memperhatikan prilaku anak buahnya hingga terjadi peristiwa brutal yang diduga dilakukan polisi di wilayah hukumnya.

Padahal, ucap Neta, polisi hari ini masih punya PR soal tewasnya 6 laskar FPI di tol Jakarta-Cikampek KM50 dan kasusnya belum tuntas, sekarang sudah muncul insiden berdarah lagi.

”Aksi brutal polisi koboi ini sangat memprihatinkan. Sebab kasus tembak mati 6 laskar FPI di Km 50 tol Cikampek saja belum beres, kini Polda Metro Jaya masih harus menghadapi kasus tembak mati 3 orang di Cengkareng,” ujarnya.

Sebagai informasi, aksi penembakan yang diduga dilakukan anggota Polisi terjadi pada Kamis (25/2), pukul 04.30 WIB.

Tempat perkaranya di RM Kafe RT.12/04 Cengkareng Barat, Jakarta Barat.

Pelaku diduga berinisial CS anggota Polsek Kalideres Jakarta Barat. Sedangkan ketiga korban tewas adalah, Sinurat (Anggota TNI AD /Keamanan RM kafe), Feri Saut Simanjuntak (Bar Boy), dan Manik (Kasir RM Kafe). Yang korban luka bernama Hutapea (Manager RM kafe). (mmu)

Comments

comments