Ketua KPK: Predikat Antikorupsi Bukan Jaminan

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta―Menanggapi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah yang pernah meraih Bung Hatta Anticorruption Award (BHACA), Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan tidak ada jaminan sosok yang meraih penghargaan antikorupsi bebas dari perilaku korupsi.

“Kalau kami sampaikan terkait dengan prestasi atau apresiasi yang pernah diterima oleh saudara NA, termasuk beberapa penghargaan, tentu itu diberikan sesuai dengan prestasi dan waktu, tempat tertentu,” kata Firli dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/3).

Mantan Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Selatan itu menjelaskan, seseorang bisa melakukan korupsi karena didukung oleh beberapa faktor, di antaranya dia memiliki kuasa, kesempatan, atau sifat rakus yang ada di dalam dirinya.

“Korupsi itu disebabkan oleh karena ada kekuasaan, korupsi itu sebabnya karena ada kesempatan, karena keserakahan,” ujarnya.

Mantan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah itu menjelaskan, harusnya publik tak perlu kaget dengan penangkapan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, sebab seberapapun tinggi prestasi seorang, kalau memiliki kesempatan untuk korup ya bisa saja orang tersebut melakukannya.

“Publik jangan berpikir bahwa setiap orang yang pernah menerima penghargaan tidak akan korupsi, kenapa? Karena korupsi adalah pertemuan antara kekuasaan dan kesempatan, serta minimnya integritas,” pungkasnya. (mmu)

Comments

comments