Hari Kehakiman, 2 LBH Sebut Ada 6 Praktik Coreng Wajah Hakim

Ilustrasi - Palu Hakim dalam perisdangan di pengadilan. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta―Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat dan LBH Jakarta menyebut ada enam tindak pelaku yang mencoreng wajah hakim di Indonesia.

Hal ini disampaikan saat memperingati 1 Maret sebagai Hari Kehakiman.

Pertama, hakim terlibat praktik korupsi peradilan. Kedua, mengabaikan fakta persidangan. Ketiga, masih sering menjatuhkan vonis pidana mati yang bertentangan dengan HAM.

“Selain tiga perilaku di atas, hakim di Indonesia juga masih sering menggunakan alat bukti dari penyidik yang didapat dari praktik penyiksaan maupun intimidasi,” kata rilis bersama dua LBH dalam rilis yang diterima Acuantoday.com, Senin (1/3).

Kemudian, keempat, hakim memakai alat bukti yang didapat dengan tidak sah seperti penyiksaan) dan masih banyak permasalahan Praperadilan (upaya paksa dan ganti kerugian),” ujarnya.

Terakhir, LBH Masyarakat dan LBH Jakarta mencatat, hakim di Indonesia dalam menggelar sidang daring banyak yang terbukti menghilangkan hak-hak terdakwa dan mekanisme pelaporan hakim tak berjalan transparan.

”Kelima, persidangan daring banyak melanggar hak terdakwa. Keenam, mekanisme pelaporan atau pengaduan hakim tidak transparan, imparsial, efektif dan akuntabel,” pungkasnya. (mmu)

Comments

comments