Yakin 6 Laskar FPI Tak Bawa Senpi, Abullah Hehamahua Tantang Kapolda Metro Sumpah Mubahalah

Rekonstruksi di titik pertama peristiwa penembakan enam anggota FPI./Foto:Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang jadi bagian dari Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) 6 laskar FPI di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek, Abdullah Hehamahua, mengajak Kapolda Metro Jaya untuk berani mengucap Sumpah Mubahalah atau siap dilaknat oleh Tuhan jika berbohong.

“Kita bukan menantang tapi mengundang Polda, Humas Polda, dan beberapa perwira yang dianggap terlibat dalam peristiwa Desember itu di KM 50 untuk melakukan mubahalah,” kata Abdullah di Jakarta, Rabu (3/3).

Mantan Ketua Umum PB HMI itu menjelaskan, pihaknya mengundang sederet petinggi Kepolisian dan petugas yang kontak langsung dengan 6 laskar FPI untuk Sumpah Mubahalah karena pihaknya tak mempercayai keterangan dari polisi dan Komnas HAM.

”Temuan yang disampaikan kepolisian dan Komnas HAM bahwa 6 orang anggota FPI yang di Km 50 membawa pistol. Saya dengan teman-teman mewawancarai langsung, mendatangi rumah keluarga 6 korban, menyaksikan rumah mereka, kondisi mereka dan data-data yang keluar di semua itu, penghasilan mereka setiap bulan apa, itu tidak logis mereka punya senjata,” ujarnya.

Peraih doktor Teknik Elektro Universitas Hasanuddin itu kecewa, sebab hingga hari ini, tidak jelas siapa yang harus bertanggung jawab atas tewasnya 6 laskar FPI dan tak satupun pihak yang terindikasi akan diadili.

”Presiden atas dasar rekomendasi Komnas HAM melalui Menko Polhukam supaya ditangani secepatnya, transparan, tapi sampai hari ini tidak ada informasi, siapa yang bertanggung jawab, dianggap sebagai terduga melakukan pembunuhan itu tidak ada,” pungkasnya. (mmu)

Comments

comments