KPK Dalami Penunjukan Vendor Pemasok Sembako Bansos

Seorang petugas sedang mendistribusikan Bantuan Sosial (Bansos). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapati ribuan laporan masyarakat berkaitan dengan masalah penyaluran bansos sepanjang masa pandemi COVID-19. Laporan menunjukkan DKI Jakarta sebagai wilayah yang banyak laporan masalahnya.(Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta―Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini sedang mendalami dugaan perlakuan khusus terhadap beberapa vendor yang memasok sembako dalam program bantuan sosial (Bansos) Covid-19 tahun 2020.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri menjelaskan, dari pihak swasta ada dua orang yang diduga terlibat permainan anggaran tersebut, yaitu Edwyn dan Imam.

“Edwyn (swasta) dan Imam(swasta), didalami pengetahuannya terkait dugaan adanya beberapa perusahaan sebagai vendor pemasok kebutuhan pokok,” kata Ali di Jakarta, Jumat (5/3).

Bahan pokok yang dipasok Edwyn dan Imam tersebut, ucap Ali, menjadi bagian dari program bantuan sosial Kementerian Sosial RI dengan sasaran wilayah Jabodetabek.

”Dipilih untuk turut mengerjakan proyek Bansos di wilayah Jabodetabek tahun 2020 pada Kemensos RI,” ujarnya.

Dalam kasus korupsi anggaran tersebut, jelas Ali, Menteri Sosial RI Juliari Batubara sudah jadi tersangka karena bersekongkol untuk memotong anggaran yang diperuntukkan bagi kelompok miskin.

Selain Juliari, terang Ali, KPK sedang mengusut semua vendor rekanan yang diduga ditunjuk oleh anak buah Juliari, Matheus, dengan kesepakatan jatah tertentu dari setiap satuan bantuan yang tersebar. (mmu)

Comments

comments