BMKG Ingatkan Penguatan Kearifan Lokal untuk Peringatan Dini Tsunami

Acuantoday.com, Jakarta―Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut perlunya penguatan kearifan lokal untuk menanamkan peringatan dini pada masyarakat di lokasi rawan bencana tsunami.

“Penguatan itu diperlukan agar masyarakat dapat dengan bijak segera mengevakuasi dirinya sendiri dari wilayah pesisir, begitu merasakan getaran gempa, tanpa harus menunggu peringatan sirine dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” katanya dalam pernyataannya di Jakarta.

Ia mengatakan, yang perlu penguatan tentang kearifan lokal, contohnya adalah tidak hanya yang ada di Aceh, namun juga beberapa wilayah di Indonesia.

“Apabila merasa goyangan gempa bumi saat berada di pantai sampai 10 hitungan hingga 20 hitungan, terus aja lari meninggalkan tempat pantai menuju ke tempat yang lebih tinggi,” katanya.

Ia mengatakan jika dahulu tsunami diperkirakan datang setelah 20 menit terjadinya gempa. Namun kajian terkini, tsunami diprediksi terjadi dua menit setelah getaran gempa.

Kemudian dari kajian ilmiah kejadian tsunami seperti di Palu, Sulawesi Tengah, tsunami datang pada menit kedua dan ketiga setelah getaran terjadi. Sementara, peringatan dini baru muncul pada menit keempat atau kelima.

“Sehingga local wisdom itu yang harus dicanangkan, jadi semuanya meyakini setiap ada goyangan di pantai, segera menuju ke tempat yang lebih tinggi,” katanya. (adi)

Comments

comments