Vaksinasi Lanjutan di Malioboro Tak Maksimal

Wakil Penghageng Parentah Hageng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat KPH Yudhahadiningrat./Foto: Acuantoday.com (chaidir)

Acuantoday.com, Yogyakarta―Kegiatan vaksinasi massal Covid-19 di kawasan Malioboro berakhir Sabtu (6/3).

Suasana berbeda terjadi dibanding hari-hari awal vaksinasi sebelumnya. Jumlah peserta yang mengikuti vaksinasi tidak begitu ramai.

Hal itu membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta prihatin dengan masih tak maksimal dan rendahnya tingkat kehadiran masyarakat dalam program vaksinasi Covid-19 massal, khususnya kepada para pelaku usaha di Kota Yogyakarta.

Kondisi itu berbanding terbalik dengan tingkat minat masyarakat untuk divaksin, yang malah lebih tinggi.

“Rata-rata per hari, 80-85 persen (tingkat kehadiran-red). Ya kami prihatin, masih berbeda dengan tingkat minatnya yang sudah 90 persen, tapi kita ora maido karena waktu juga ya,” ungkap Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti kepada wartawan.

Haryadi menyebutkan, kondisi itu juga akhirnya akan berdampak pada pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Yogya, terlebih jika ada masyarakat yang sebenarnya sudah mendapatkan undangan, tetapi tidak bisa hadir sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Bukan tidak mungkin, keputusan itu nantinya akan berpengaruh dengan penuhnya antrean penerima vaksinasi dalam satu tempat di hari tersebut.

Untuk mengantisipasi, Haryadi meminta masyarakat sebisa mungkin untuk datang atau memenuhi jadwal yang telah ditentukan.

“Jadi misalnya gini, pada tanggal yang ditentukan tidak datang, terus dia datang hari ini, padahal seharusnya kemarin. Nah kan itu jadi nambah yang sekarang jadi crowded. Jadi lama prosesnya,” ucapnya.

Ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogya selaku pelaksana vaksinasi di lapangan untuk lebih memprioritaskan masyarakat yang sudah datang sesuai dengan jadwalnya lebih dulu.

Sementara, untuk masyarakat yang memang datang di luar jadwal, akan dilakukan jadwal ulang atau bisa mengikuti vaksinasi di puskesmas.

“Jadi mohon maaf bukannya saya ini enggak mau melayani, tapi kita fokus pada yang terjadwal pada hari itu,” terangnya

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal kepada 19.980 pedagang pasar hingga PKL dan pekerja sektor informal Malioboro di Kota Yogyakarta itu sudah dilaksanakan sejak Senin (1/3) lalu.

“Ya, selesailah 19 ribu dalam 6 hari. Masih ada hari sabtu nih, di ABA, Beringharjo dan Vredeburg saya akan lihat semua,” imbuhnya.

Tidak lupa, Haryadi juga mengimbau untuk semua kantor baik pemerintah atau swasta agar memberikan izin kepada karyawan atau staf ketika hendak melakukan vaksinasi. Hal itu guna memperlancar pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sendiri.

“Saya minta kantor-kantor, baik untuk pemerintah atau swasta tolong mengizinkan apabila ada karyawan atau staf yang harus tidak masuk kerja karena mengikuti vaksinasi untuk mengurangi ketidakhadiran itu,” pintanya.

Sementara itu para abdi dalem Keraton Yogyakarta masih belum mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19. Pendataan hingga saat ini masih dilakukan pemerintah daerah guna mencukupi kebutuhan vaksinasi Covid-19 terkhusus bagi abdi dalem di lingkungan kerajaan tersebut.

Wakil Penghageng Parentah Hageng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat KPH Yudhahadiningrat mengatakan, dari semua abdi dalem tersebut, ada yang masuk ke dalam kategori lansia. Padahal, jumlah abdi dalem lansia pun juga terbilang lumayan banyak.

“Kalau abdi dalem lansia itu ada sekitar 40 persen,” ujar KPH Yudhahadiningrat.

KPH Yudhahadiningrat, yang akrab disapa “Romo Nur”, menyebutkan bahwa dari jumlah abdi dalem yang masuk dalam kategori lansia itu juga termasuk dalam pengurus wisata.

Kondisi ini dapat diartikan bahwa para abdi dalem juga masih melakukan berbagai kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat walaupun sudah sangat dibatasi.

Terlebih lagi hingga saat ini, tidak ada kebijakan perihal penutupan kunjungan untuk para wisatawan ke keraton. Namun, kata Romo Nur, kunjungan itu tetap dibatasi dengan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

“Iya, Kraton masih dibuka untuk kunjungan, tapi Keraton tidak melayani wisatawan yang rombongan. Jadi paling tidak melayani yang naik bus kecil, 10 orang monggo. Kalau lebih dari itu tidak boleh,” terangnya.

Selain abdi dalem yang mengurusi bagian pariwisata, terdapat beberapa abdi dalem lain yang juga bertugas di lingkungan kerajaan.

Ada juga abdi dalem Krido Mardowo hingga abdi dalem Pura Raksa.

“Untuk abdi dalem Pura Raksa [bidang keamanan] saja sudah 400 orang,” ungkapnya.

Maka dari itu, potensi penyebaran Covid-19 di dalam lingkungan Keraton masih ada, sehingga vaksinasi Covid-19 ini, menurut Romo Nur, sangat diharapkan bisa dilakukan untuk menyasar para abdi dalem.

“Iya dereng [belum masuk dalam sasaran penerima vaksin Covid-19]. Sangat diharapkan abdi dalem keraton mendapatkan vaksinasi,” ujar Romo Nur. (chaidir)

Comments

comments