Buktikan Solid, AHY Boyong 34 DPD ke Kemenkumham

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Jakarta, Jumat (5/3/2021) menyampaikan keterangan terkait Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta―Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memboyong 34 Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat ke Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), terkait dengan aksi pengambilalihan paksa partai lewat Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara pada, Jumat (5/3) kemarin.

Menurut AHY, kehadiran ketua-ketua DPD seluruh Indonesia ke Kantor Kemenkumham ini sebagai bukti, jika di acara KLB kemarin tidak ada satu perwakilan DPD yang hadir. Artinya, KLB yang dilakukan oleh Jhoni Allen Marbun Cs itu tidak memenuhi kuorum dan ilegal.

“Saya setelah ini bersama 34 DPD seluruh Indonesia bersama-sama akan menuju Kantor Kemenkumham untuk menyerahkan surat, sekaligus sebagai dokumen berkas untuk membuktikan,” kata AHY di depan Kantor Kemenkumham, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (8/3).

AHY menegaskan, gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat yang diklaim sebagai KLB Deli Serdang, Sumut pekan kemarin adalah kegiatan yang ilegal, inkonstitusional, dan abal-abal.
AHY mengklaim, kader partai yang hadir ke Kantor Kemenkumham adalah pemilik suara sah, bukan yang hadir di KPB.

“Kita semua adalah pemilik hak suara yang sah Partai Demokrat yang kita cintai,” tegasnya.

Suami Annisa Pohan ini berharap, kehadiran ratusan kader dan simpatisan Partai Demokrat ke Kantor Kemenkumham ini dengan niat yang baik, agar Kemenkumham menolak KLB ilegal tersebut.

“Saya hadir hari ini dengan niat yang baik untuk menyampaikan surat resmi kepada Menteri Hukum dan HAM dan tentu jajaran Kementerian Hukum dan HAM untuk menyampaikan keberatan agar Kementerian Hukum dan HAM menolak hasil KLB Deli Serdang,” harapnya.

Diketahui, pagi tadi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bersama ratusan kader dan simpatisan Partai Demokrat mendatangi Kantor Kemenkumham untuk menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB).

Menurut mereka, KLB yang dipimpin oleh kader partai pecatan itu ilegal dan anak-anak. (rht)

Comments

comments