DPRD Kota Semarang Desak Pemkot Segera Atasi Banjir dan Rob

Bencana banjir yang melanda di Kota Semarang beberapa waktu lalu. Foto: Acuantoday.com (Alvin)

Acuantoday.com, Semarang—Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang segera mengatasi banjir dan rob di Kota Semarang.

Namun diingatkan, upaya penanggulangan itu harus tetap disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang 2021-2026.

Saat ini Kota Semarang tengah disorot karena kasus banjir dan rob pada awal tahun 2021 yang sempat membuat beberapa aktivitas lumpuh.

Karenanya, kalangan DPRD Kota Semarang meminta Pemkot segera melakukan RPJMD seperti persoalan optimalisasi drainase, embung, normalisasi sejumlah sungai, dan penanganan penurunan muka tanah akibat pengambilan air bawah tanah yang tidak terkendali.

“RPJMD 2021-2026, harapannya semua persoalan banjir di Kota Semarang bisa diatasi,” ujar Suharsono, Senin (8/3).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, program jangka pendek yang penting untuk diperhatikan terkait penanganan banjir di Kota Semarang, yakni optimalisasi saluran yang tidak mampu menampung volume air dan penambahan pompa.
“Saluran tidak mampu menampung air, sehingga air melimpas ke daratan. Kerja pompa sejauh ini kurang optimal, sehingga perlu dilakukan penambahan pompa di beberapa titik,” tandas Suharsono.

Selain itu, Suharsono juga menuturkan, wilayah Kota Semarang terbagi dua yakni wilayah dataran tinggi dan dataran rendah sehingga penanganan banjir agar tidak hanya terfokus di hilir saja, namun juga harus memperhatikan penanganan di wilayah hulu.

“Di wilayah dataran tinggi merupakan daerah resapan. Banyak bangunan perumahan, kebun-kebun menjadi perumahan, sehingga air seharusnya bisa meresap ke tanah di wilayah resapan, tapi karena dicor jadi rumah, maka air turun ke jalan,” cetusnya.

Menurut Suharsono, Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Semarang Tahun 2011-2031 harus ditegakkan.

“Sebetulnya wilayah konservasi dan wilayah pengembangan sudah diatur. Daerah resapan seperti wilayah Ngaliyan, Mijen, Gunungpati dan lain-lain harus dipertahankan,” katanya.

Sesuai RPJMD 2016-2021, kata Suharsono, dari indikator luasan banjir 40 persen di Kota Semarang, sebetulnya telah mengalami penurunan menjadi 10 persen. Penurunan tersebut signifikan.

“Namun pada awal 2021 ini terjadi fenomena cuaca ekstrem yang terjadi dalam kurun waktu 50 tahunan, maka kondisi persentase penanganan banjir sesuai RPJMD 2016-2021 itu ya kembali naik lagi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, sedikitnya ada tiga indikator dalam penanganan banjir. Pertama, luas genangan, kedua, tinggi genangan, dan ketiga, lama genangan.

“Banjir pada 6-7 Februari 2021 lalu, ada sejumlah kelurahan di Kota Semarang yang hingga delapan hari tergenang. Luas genangan mencapai delapan kecamatan. Tinggi genangan paling parah mencapai 150 cm atau hingga dada orang dewasa, yakni di Wonosari dan Mangkang. Ini menjadi permasalahan serius yang harus segera ditangani,” ujar Suharsono.

Terakhir, Suharsono mengatakan bahwa pembangunan Halbour Tol Semarang sekaligus tanggul laut, normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT), Kali Tenggang, Babon, Sringin dan lain-lain, juga menjadi bagian program penyelesaian banjir jangka panjang di Kota Semarang.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sempat mengatakan, pembangunan Harbour Tol Semarang saat ini sedang berjalan di wilayah Demak.

“Info dari kementerian, tahun ini masuk pengerjaan di wilayah Semarang. Mudah-mudahan segera berjalan,” tutur pria yang akrab disapa Hendi ini.

“Rencananya, konstruksi tol akan dimulai pada tahun 2021 dan beroperasi pada 2023,” lanjut Hendi.

Sebagai informasi, Harbour Tol merupakan proyek pembangunan tol yang dibiayai oleh pemerintah pusat dengan menghubungkan jalur Kabupaten Kendal, Kota Semarang dan Demak untuk memecah keramaian lalu lintas.

Namun, Harbour Tol juga berfungsi untuk untuk mengatasi banjir dan abrasi karena di wilayah pesisir utara Kota Semarang dan sekitarnya. (alvin)

Comments

comments