Legislator Golkar Ini Bingung Ada Pihak yang “Alergi” Bicara Vaksin Nusantara

Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Asmara saat berbicara saat Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Riset dan Teknologi, BPOM, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/3).Foto: Acuantoday.com (tangkapan layar Youtube)

Acuantoday.com, Jakarta—Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Asmara mengaku bingung dengan respons pihak-pihak tertentu dengan adanya vaksin Nusantara.

Padahal, menurut Dewi, vaksin Nusantara ini adalah hasil penelitian anak bangsa yang diprakarsai oleh mantan Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto.

“Mengapa semua sekarang seperti alergi tidak mau membicarakan,” kata Dewi Asmara saat memotong pembicaraan Ketua Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito saat Raker di Ruang Komisi IX DPR RI, Rabu (10/3).

Menurut Dewi Asmara, BPOM selaku pengawas atas proses penelitian hingga uji klinis vaksin Nusantara harus membuka semua surat keputusan mulai dari Kementerian terkait, BPOM hingga Badan Kesehatan Dunia atau WHO untuk memperjelas masalah ketidaksesuaian data penelitian.

“Saya minta perizinan awal dibagikan ke anggota, mulai dari SK Menteri kemudian BPOM, kemudian WHO jadi kita jelas, karena ini bukan suatu penelitian yang abal-abal, karena ini ada izinnya,” pintanya.

Politisi Partai Golkar ini pun meminta pihak BPOM untuk tidak menutup data, terkait proses penelitian vaksin Nusantara agar publik bisa mengetahui kejelasan dari proses tahapan penelitian vaksin Nusantara.

“Kalau awalnya ini berizin, makannya cepat dibagikan ke anggota izinnya supaya kita jelas, mana yang benar persyaratannya apa, mana kurang dan mau dilengkapi ya kita lengkapi,” ucapnya.

Dewi Asmara pun menyarankan agar tidak ada diskriminatif pada vaksin yang merupakan hasil kerja anak bangsa. “Jangan seolah-olah kita jadi diskriminatif bahwa ini sesuatu yang abal abal, gak benar dan sebagainya,” tutupnya. (rht)

Comments

comments