Bukan Dianggap Pelanggaran HAM Berat, Ibu Korban Tragedi Semanggi I: Mencari Keadilan Sulit

Sumarsih, ibu dari Benardinus Realino Norma Irawan (Wawan), mahasiswa Universitas Atma Jaya yang tewas saat Tragedi Semanggi I./Foto: Web

Acuantoday.com, Jakarta—Sumarsih, ibu dari Benardinus Realino Norma Irawan (Wawan), mahasiswa Universitas Atma Jaya yang tewas saat Tragedi Semanggi I, mengaku kecewa atas putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta yang membenarkan kasus Semanggi I-II bukan pelanggaran HAM berat.

Mantan Pegawai Negeri Sipil di Sekretariat Jenderal DPR RI ini menerangkan, putusan PTTUN Jakarta tersebut makin menegaskan, mencari keadilan di Indonesia memang sulit, utamanya dalam menuntut penyelesaian kasus HAM.

”Ini yang menjadi keluhan saya, yang menjadi keprihatinan saya selama 23 tahun mencari kebenaran dan keadilan tetapi ternyata sangat sulit sekali,” kata Sumarsih di Jakarta, Kamis (11/3).

Selain tidak adanya niat serius Kejaksaan Agung RI untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu, ucap Sumarsih, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta menurutnya juga malah menutup celah penyelesaian melalui jalur hukum.

“Bagi saya, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta ini telah menutup pintu kebenaran yang sudah terbuka di Pengadilan TUN Jakarta. Juga tidak peka terhadap roh gugatan yang kami lakukan karena Jaksa Agung tidak mau menjalankan apa yang menjadi tugas dan kewajibannya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pada Kamis, 16 Januari 2020, Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin menyatakan, peristiwa Semanggi I-II bukan pelanggaran HAM berat di hadapan DPR RI.

Gara-gara keputusan Jaksa Agung RI yang mengecewakan keluarga korban pelanggaran HAM itu, ST Burhanuddin digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) oleh advokat gabungan dari LBH Jakarta, KontraS, dan Amnesty International Indonesia. (mmu)

Comments

comments